Senin, 11 Mei 2026 07:11

Hilal, Bocah Korban Begal di Ablam, Kini Dirawat Gratis di RSUD Daya: “Tidak Boleh Ada Korban Terabaikan”

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Hilal (13), korban begal di Ablam Makassar, dirawat gratis di RSUD Daya. @Jejakfakta/dok. Istimewa
Hilal (13), korban begal di Ablam Makassar, dirawat gratis di RSUD Daya. @Jejakfakta/dok. Istimewa

Hilal (13), korban begal di Ablam Makassar, dirawat gratis di RSUD Daya. Pemkot Makassar menjamin seluruh biaya pengobatan dan operasi melalui skema Jamkesda.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Di tengah maraknya aksi kekerasan jalanan yang meresahkan warga, secercah kepedulian hadir untuk Hilal (13), bocah korban begal di kawasan Ablam, Makassar. Saat ini, Hilal menjalani perawatan intensif di RSUD Daya Makassar tanpa dipungut biaya sedikit pun.

Pemerintah Kota Makassar memastikan seluruh proses penanganan medis korban dilakukan secara maksimal dan manusiawi, mulai dari penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), pemeriksaan medis, hingga rencana operasi.

Direktur Utama RSUD Daya Makassar, dr. A. Any Muliany, menegaskan bahwa tidak ada tagihan biaya kepada keluarga korban. Seluruh layanan medis diberikan gratis melalui dukungan anggaran Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Baca Juga : Akhiri Praktik Lama, Munafri Terapkan Sistem Merit Digital untuk Karier ASN Makassar

“Di RS Daya tidak ada tagihan apa pun kepada pasien korban begal di Ablam. Perawatan medis gratis,” ujar dr. Any, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memastikan warga korban kekerasan jalanan tetap mendapatkan layanan kesehatan tanpa terkendala biaya.

Hilal sebelumnya sempat mendapat penanganan awal di RS Pelamonia sebelum dirujuk ke RSUD Daya pada pukul 19.15 WITA. Setibanya di rumah sakit, tim medis langsung melakukan penanganan intensif dan pemeriksaan menyeluruh.

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Dorong Akses Rumah Terjangkau ASN, Pemkot Makassar Jajaki Kolaborasi dengan Brighton Property

Namun, kondisi korban belum memungkinkan untuk langsung menjalani operasi. Tim dokter memutuskan melakukan stabilisasi terlebih dahulu melalui transfusi darah demi keselamatan pasien.

“Pasien sudah berada di IGD dan rencananya dipindahkan ke ruang perawatan. Untuk sementara belum bisa langsung operasi karena harus menjalani transfusi darah terlebih dahulu,” jelasnya.

Selain transfusi, tim medis juga melakukan pemeriksaan laboratorium, foto rontgen dada, hingga pemeriksaan tulang punggung untuk memastikan kondisi korban secara menyeluruh sebelum tindakan operasi dilakukan.

Baca Juga : Lindungi 81 Ribu Pekerja Rentan, Makassar Raih Paritrana Award Nasional

Dr. Any menyebut, kasus kekerasan jalanan seperti begal maupun kecelakaan lalu lintas hampir setiap pekan ditangani di RSUD Daya. Karena itu, Pemkot Makassar tetap menyiapkan skema pembiayaan khusus melalui Jamkesda untuk kasus-kasus darurat sosial yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

“Korban begal, tawuran, maupun kekerasan jalanan tetap harus mendapatkan pelayanan. Tidak boleh ada korban yang terabaikan hanya karena persoalan biaya,” tegasnya.

Pihak rumah sakit juga membantah kabar simpang siur yang menyebut biaya operasi korban mencapai Rp20 juta. Manajemen memastikan seluruh penanganan terhadap Hilal dilakukan secara gratis sesuai kebijakan Pemerintah Kota Makassar.

Baca Juga : Pemkot Makassar Dorong UMKM Naik Kelas, Literasi Keuangan Kini Tak Sekadar Teori

Langkah cepat ini menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama bagi korban kekerasan yang membutuhkan pertolongan segera dan perlindungan nyata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Hilal korban begal #korban begal #RSUD Daya Makassar #begal Ablam #Pemkot Makassar #Jamkesda Makassar #korban geng motor #layanan kesehatan gratis #Munafri Arifuddin #korban kekerasan jalanan
Youtube Jejakfakta.com