Jejakfakta.com, Makassar -- PT PLN UIP Sulawesi melalui PLN Peduli bersama Yayasan Konservasi Laut Indonesia (YKL Indonesia) menggelar aksi peduli pantai pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 2024.
"Aksi bersih pantai dari sampah plastik ini sebagai aksi yang harus dibumikan bukan hanya pada saat memperingati Hari Lingkungan Hidup," kata Plh GM PLN UIP Sulawesi (Senior Manager Operasi Konstruksi 1) Budi Ari Wibowo disela aksi bersih pantai di Tanjung Layar Putih, Makassar, Rabu (5/6/2024).

Budi mengatakan, pada kegiatan ini PLN mengajak komunitas untuk bersama memerangi sampah, khususnya sampah yang mau masuk ke laut.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Tinjau Inovasi Anak Muda Makassar Sulap Sampah Plastik Jadi BBM
Diakui, aksi ini memang jangka pendek, namun jangka panjang adalah bagaimana mengubah "mind set' masyarakat untuk peduli lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya sampah plastik yang sulit terurai.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan (DKP Sulsel), Muhammad Ilyas mengatakan, bahaya sampah plastik masuk ke laut, selain dapat membahayakan kesehatan manusia, juga merusak biota laut.
Akibat banyaknya sampah plastik, lanjut dia, dampak langsung yang dirasakan nelayan saat ini adalah semakin jauh ke tengah laut untuk mencari Ikan.
Baca Juga : Bupati Sigi Belajar Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Kota Makassar
"Termasuk biota laut yang habitatnya rusak karena sampah plastik, semakin sulit berkembang, sehingga tangkapan nelayan juga semakin berkurang," katanya.
Satu hal yang juga menjadi penekanan adalah lokasi destinasi wisata yang dapat sampah plastik kiriman seperti di Kabupaten Kepulauan Selayar sulit penanganannya.
Hal itu diakui salah satu lembaga yang fokus pada isu laut dan perikanan Direktur YKL Indonesia Nirwan Dessibali
Baca Juga : Munafri-Aliyah Pimpin Kerja Bakti Serentak, Jaga Kebersihan Lingkungan
Dia mengatakan, aksi bersih pantai tahun lalu sekitar 53 persen sudah terkelola menjadi bahan yang dapat digunakan kembali.
Sementara pengumpulan sampah tahun ini diharapkan bisa lebih banyak lagi yang didaur ulang dan tidak kembali ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Makassar.
Aksi bersih ini yang diprakarsai PLN dan YKLI juga melibatkan 22 lembaga komunitas diantaranya Blue Flores, Zero Waste, Marine Buddies Makassar dan The Society of Indonesian Enviromental Journalists (SIEJ) Simpul Sulsel.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




