Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Junaedi alias Pato bin Dg. Baba warga binaan Rutan Kelas I Makassar yang melarikan diri dari tahanan telah berhasil ditangkap oleh tim Satgas Rutan dengan bantuan Tim Resmob Polda Sulawesi Selatan.
Selama dua hari dalam pencarian, Junaedi ditemukan di Desa Tanralili, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Selasa (17/09), sekitar pukul 04.00 WITA. Seperti diketahui, Junaedi melarikan diri pada Minggu (15/9/2024).

"Alhamdulillah, dalam waktu 2×24 jam, akhirnya WBP Junaedi berhasil ditemukan. Saat ini sudah diamankan di sel merah Rutan Makassar,” kata Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/09/2024).
Baca Juga : Tersangka Kasus Korupsi Kredit Fiktif Bank BUMN di Bulukumba Bertambah, Negara Rugi Rp3,8 Miliar
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini. Tentunya, akan ada evaluasi atas kejadian ini agar tidak terulang kembali di masa mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Sulsel, Agung Aribawa, mengingatkan kepada seluruh jajaran petugas Lapas dan Rutan untuk memperketat pengamanan sebagaimana SOP dan peraturan yang ada.
"Hal ini untuk mencegah terjadinya hal-hal negatif seperti masuknya barang terlarang dan larinya WBP. Tolong untuk memperketat penjagaan dan pengamanan dalam Rutan dan Lapas,” kata Agung
Baca Juga : Tiga Tahanan Kabur dari Rutan Mapolres Selayar, Dua Petugas Jaga Diperiksa Propam
Terpisah, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Makassar, Andi Erdiyangsah Bahar, yang juga turut menanggapi kejadian tersebut menyatakan bahwa perbuatan yang telah dilakukan Junaedi alias Pato bin Dg. Baba merupakan pelanggaran berat karena telah kabur dari tahanan.
Dengan itu, Junaedi mendapatkan sanksi berupa Register F. “Dengan sanksi Register F ini, hak integrasi Junaedi untuk memperoleh Cuti Bersyarat (CB) atau Pembebasan Bersyarat (PB) secara otomatis dicabut,” jelasnya.
Sekedar catatan, saat ini Rutan Kelas I Makassar menampung sebanyak 2.082 warga binaan dengan pengawasan ketat oleh petugas yang terbagi dalam 4 Regu Pengamanan (Rupam) yang terdiri dari 20 orang setiap shift.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




