Selasa, 17 Desember 2024 02:10

Polisi Tetapkan 15 Tersangka Kasus Produksi Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar dan Amankan Mesin Cetak

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Barang bukti mesi pencetak uang palsu yang diamankan di Polres Gowa, Senin (16/12/2024) malam. @Jejakfakta/Istimewa
Barang bukti mesi pencetak uang palsu yang diamankan di Polres Gowa, Senin (16/12/2024) malam. @Jejakfakta/Istimewa

Barang bukti Rp 447,7 juta serta satu buah mesin cetak.

Jejakfakta.com, GOWA -- Kepolisian Resort (Polres) Gowa mengungkapkan sejauh ini telah 15 orang yang menjadi tersangka dalam kasus pengungkapan peredaran dan produksi uang palsu di dalam lingkup kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Dari 15 orang tersebut, sembilan telah diamankan. Sementara tersangka lain sedang dalam perjalanan menuju Polres Gowa.

"Saat ini kami sudah mengamankan 15 tersangka. Sembilan sudah kami lakukan penahanan, lima dalam perjalanan dari Mamuju (Sulbar) (dan) satu perjalanan dari Wajo," ujar Kapolres Gowa, Ajun Komisaris Besar Ronald TS Simanjuntak, kepada Wartawan, Senin (16/12/2024).

Baca Juga : Bawaslu Sulsel dan UIN Alauddin Dorong Mahasiswa Jadi Agen Pengawasan Pemilu

"(Tidak menutup kemungkinan) masih ada lagi tersangka lanjutnya. Kami minta sabar dulu, masih kami kembangkan," tambahnya.

Selain tersangka, kata Ronald, pihaknya juga telah mengamankan beberapa barang bukti. Salah satunya mesin pencetak uang yang diamankan di dalam kampus Universitas Alauddin Makassar.

"Salah satu barang buktinya ada mesin (diamankan)," ujarnya

Baca Juga : Polres Gowa Resmi Naik Status Jadi Polresta, Wabup: Kebanggaan Seluruh Masyarakat

Mantan Kasatreskrim Polrestabes Makassar ini, mengatakan bahwa awal pengungkapan ini terjadi pada sekitar awal Desember 2024 lalu. Saat itu, ditemukan uang palsu sebesar Rp 500 ribu saat dilakukan transaksi di wilayah Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

"Dari yang Rp 500 ribu kita kembangkan, sehingga kami temukan sejumlah Rp 446.700.000. Barang bukti yg kami temukan di salah satu kampus," bebernya.

Uang ratusan juta yang diamankan tersebut berbentuk pecahan Rp 100 ribu. Saat itu pula juga ditemukan barang bukti mesin pencetak uang di dalam kampus UIN Alauddin.

Baca Juga : Wabup Gowa Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Dorong Sinergi Pemkab dan Polri Semakin Kuat

Hasil pengungkapan tersebut, ditambahkan Reonald, merupakan kolaborasi sejumlah untuk menginvestigasi uang palsu tersebut. Seperti melibatkan pihak Rektor UIN Alauddin Makassar dan pihak perbankan seperti BI, BNI dan BRI.

"Kami melakukan berdasarkan join investigation. Penyidikan ini menggunakan teknologi atau scientific Investigation," ujarnya

"Kami libatkan labfor, BI, BRI dan BNI juga kita libatkan. Kemudian kita libatkan juga terbantu dari Rektor universitas di Gowa," tambahnya.

Baca Juga : 167 Mahasantri Gowa Diwisuda, Program Satu Desa Satu Hafiz Cetak Sarjana Qurani Berprestasi

Meski demikian, Reonald mengaku saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan lebih jauh. Dan kasus ini akan dirilis langsung secara resmi oleh pihak Polda Sulawesi Selatan.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#uang palsu #UIN Alauddin Makassar #mesin pencetak uang #Polres Gowa #perbankan
Youtube Jejakfakta.com