Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Sampai dengan hari ini, Minggu 22 Desember 2024, banjir masih terus terjadi di sejumlah lokasi di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) seiring dengan hujan yang terus mengguyur sejak pagi hingga malam hari.
Menyikapi kejadian ini, Basarnas Makassar mengerahkan enam tim untuk melakukan evakuasi.

"Hari ini kami terjunkan 6 tim guna membantu proses evakuasi warga terdampak banjir disejumlah titik banjir," ungkap Muh. Arif Anwar, Kepala Kantor Basarnas Makassar, dalam keterangannya, Minggu (22/12/2024).
Baca Juga : Jembatan Kembar Barombong Mau Dibangun Pemkot Makassar, Tiga Bidang Lahannya Masih Bersengketa
"Ada empat titik fokus evakuasi kami yakni di kota Makassar. Dua titik lainya di Kabupaten Maros, Kabupaten Barru dan Kabupaten Soppeng," tambahnya.
Pembagian Tim untuk Evakuasi hari ini, Minggu (22/12/2024):
Tim 1 Kota Makassar melakukan pemantauan di Kecamaan Biringkanaya Kota Makassar dan saat ini ketinggian air 50 cm - 1 meter dan sudah sudah mulai surut
Baca Juga : MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 Resmi Ditutup, Wali Kota Makassar Dampingi Menag Nasaruddin Umar
Tim 2 dan 3 Melakukan pemantauan Di Kabupaten Pangkep dan saat ini ketinggian 50 cm - 1 meter dan air sudah mulai surut
Tim 4 Melakukan Pemantauan di Takkalasi Kecamatan Balusu Kabupaten Barru dan saat ini ketinggian 50 cm - 1 mtr dan air sudah mulai surut
Tim 5 Melakukan pemantauan di Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru dan saat ini ketinggian 50 cm - 1 mtr dan air sudah mulai surut
Baca Juga : Dorong Kemandirian Energi, Dosen FT UNM Latih Pengurus Yayasan Muallaf Al-Istiqamah Manfaatkan PLTS
Tim 6 Melakukan Pemantauan di 6 (enam) Kecamatan di Kabupaten Soppeng dan saat ini ketinggian air di Kec Lili Rilau mengalami peningkatan 50 cm - 1.5 mtr
Semenatara, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, semua tim yang tersebar berkoordinasi dan bekerjasama dengan seluruh unsur gabungan yang ada di lapangan.
"Kami akan selalu siap siaga untuk menindak lanjuti setiap laporan warga yang masuk ke kami, tim akan standby 24 jam untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan evakuasi warga terdampak banjir," pungkasnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




