Selasa, 14 Januari 2025 14:07

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Resmikan Leang-Leang Archaeological Park

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Leang-Leang Archaeological Park di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Selasa (14/1/2025). @Jejakfakta/Humas Pempov Sulsel
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Leang-Leang Archaeological Park di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Selasa (14/1/2025). @Jejakfakta/Humas Pempov Sulsel

Situs ini memiliki lebih dari 700 gua yang dihiasi lukisan purba berusia sekitar 52 ribu tahun.

Jejakfakta.com, MAROS – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Leang-Leang Archaeological Park di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Selasa, 14 Januari 2025.

Dalam kunjungannya, Fadli Zon mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan dan nilai sejarah situs purbakala tersebut, yang disebutnya sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia.

Acara peresmian juga dihadiri oleh Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Fadjry Djufry, dan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti eksperimentasi alat batu, seni cadas (rock art), dialog bersama Komunitas Pelestari Kebudayaan Maros dan Pangkep, serta penanaman pohon endemik di kawasan Leang-Leang.

Baca Juga : Makassar Siap Tampil di Panggung Dunia, Munafri Matangkan IGS Diplomatic Tour 2026 dengan Sentuhan Budaya dan Investasi

Selain itu, Pusat Informasi Leang-Leang juga resmi dibuka, dilengkapi dengan teknologi Virtual Reality yang memberikan pengalaman interaktif kepada pengunjung.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan bahwa Leang-Leang merupakan salah satu bukti nyata peradaban tertua di dunia. Situs ini memiliki lebih dari 700 gua yang dihiasi lukisan purba berusia sekitar 52 ribu tahun.

Ia bahkan membandingkan keistimewaan Leang-Leang dengan destinasi sejarah terkenal seperti Pompei di Italia dan Petra di Yordania, namun menekankan bahwa Leang-Leang jauh lebih tua dan kaya secara historis.

Baca Juga : Makassar Siap Jadi Kota Event Sepanjang Tahun, Calendar of Event 2026 Resmi Diluncurkan

“Kawasan ini adalah harta karun peradaban dunia. Indonesia tidak hanya kaya akan budaya, tetapi juga menjadi tempat lahirnya sejarah manusia. Leang-Leang harus menjadi kebanggaan nasional dan dikenal dunia,” ujar Fadli Zon.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Fadjry Djufry, menyoroti pentingnya pelestarian kawasan ini. Ia menyebut Leang-Leang, yang terletak di Kawasan Karst Maros-Pangkep—karst terbesar kedua di dunia setelah Guangzhou, Cina—sedang diajukan untuk mendapatkan status Warisan Dunia (World Heritage).

“Leang-Leang bukan hanya milik Sulawesi Selatan, tetapi merupakan warisan dunia. Kita harus mempromosikannya secara masif agar menjadi tujuan utama wisata Indonesia,” kata Fadjry Djufry.

Baca Juga : Munafri Sambut Delegasi ACRS 2025 dengan Jamuan Budaya di Atas Kapal Pinisi

Pemerintah pusat juga berkomitmen membuka ruang penelitian lebih luas, memperluas promosi internasional, dan mengadakan berbagai festival budaya untuk mendukung Leang-Leang sebagai ikon wisata sejarah Indonesia.

Dengan kerja sama pemerintah daerah, komunitas lokal, dan akademisi, Fadli Zon berharap Leang-Leang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, sekaligus menjadi simbol peradaban Indonesia yang membanggakan di kancah dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#leang-leang #archaeological park #wisata budaya #peradaban tertua #fadli zon #Kabupaten Maros
Youtube Jejakfakta.com