Rabu, 22 Januari 2025 09:26

Kakanwil Kemenag Sulsel Buka Bimbingan Manasik Haji Kabupaten Maros

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Kakanwil Kemenag Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, secara resmi membuka bimbingan manasik haji Kabupaten Maros tahun 2025 di Masjid Agung Maros, Selasa (21/1/2025). @Jejakfakta/Kemenag
Kakanwil Kemenag Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, secara resmi membuka bimbingan manasik haji Kabupaten Maros tahun 2025 di Masjid Agung Maros, Selasa (21/1/2025). @Jejakfakta/Kemenag

Berhaji untuk tatanan masyarakat tenang damai.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, secara resmi membuka bimbingan manasik haji Kabupaten Maros tahun 2025 yang diselenggarakan oleh KBIHU Hawaisyah Maros di Masjid Agung Maros, Selasa (21/1/2025).

Di hadapan ratusan jemaah, H. Ali Yafid menyampaikan pesan mendalam tentang makna sufistik dari ibadah haji. Ia menekankan bahwa haji bukan sekadar ritual, melainkan perjalanan spiritual untuk menciptakan kedamaian, baik di Tanah Suci maupun di tanah air.

“Kehidupan orang berhaji seharusnya menciptakan tatanan masyarakat yang damai. Di padang Arafah nanti, kita semua memakai pakaian ihram, tanpa memandang jabatan atau status. Yang membedakan hanyalah iman dan takwa,” ungkap Ali Yafid.

Baca Juga : PPIH Embarkasi Makassar Dikukuhkan, Siap Layani 16.750 Jemaah Haji Indonesia Timur dengan Layanan Humanis

Ia juga menyoroti pentingnya semangat tolong-menolong selama menjalankan ibadah. “Di Tanah Suci, yang muda membantu yang lansia. Siapa pun harus saling mendukung. Mudah-mudahan kebiasaan ini dapat dibawa pulang ke tanah air,” lanjutnya.

Lebih jauh, Ali Yafid menjelaskan bahwa haji yang mabrur bukan diukur saat berada di Tanah Suci, tetapi dari perilaku setelah pulang ke tanah air.

“Haji itu ada aspek sufistiknya. Memenuhi syarat dan rukun haji, itu sudah makbul. Tetapi mabrur adalah ketika ibadah tersebut membawa perubahan perilaku yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama,” jelasnya.

Baca Juga : Tren Nikah Melejit di Sulsel: 168 Pasangan Daftar dalam 4 Hari

Ia juga mengingatkan agar para jemaah memprioritaskan ibadah daripada hal-hal duniawi selama berhaji. “Fokuskan diri untuk memperbaiki konsentrasi ibadah, jangan terlalu sibuk urusan belanja. Haji itu sakral, sebuah janji untuk melaksanakan perintah Allah,” tegasnya.

Menurut Ali Yafid, ziarah ke Tanah Suci adalah bentuk pengakuan atas kesalahan dan ajakan untuk bertobat.

“Ka’bah adalah rumah pertaubatan. Kita diperintahkan ke sana untuk mengakui kekhilafan dan memohon ampunan, agar menjadi manusia yang lebih baik,” jelasnya.

Baca Juga : Hilal Minus di Makassar, Kemenag Sulsel: Sidang Isbat Tetap Jadi Penentu Awal Ramadan 1447 H

Ia juga memastikan bahwa Kementerian Agama akan memberikan pelayanan maksimal bagi para jemaah, mulai dari fasilitas transportasi hingga akomodasi.

“Pesawat, makan, hingga hotel sudah disiapkan pemerintah. Tidak perlu bawa panci atau beras. Fokuskan diri hanya untuk beribadah,” katanya, menggambarkan layanan haji reguler kini serasa haji plus.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Maros, H. Muhammad, juga memastikan bahwa bimbingan manasik haji bagi jemaah Maros dilaksanakan secara resmi tanpa pungutan tambahan.

Baca Juga : Unismuh Makassar Jadi Lokasi Pemantauan Hilal Awal Ramadhan 2026 di Sulsel

“Bimbingan ini dirancang untuk memastikan jemaah memahami setiap detail ibadah haji, mulai dari tanah air hingga Tanah Suci. Semua biaya sudah resmi dan transparan,” ujarnya.

Turut hadir dalam acara ini Kabid PHU H. Ikbal Ismail, Kasubbag TU H. Abdul Kadir, Kasi PHU H. Ahmad Ihyaddin, Kasi Penmad Muhammad Yusuf Jufri, dan Ketua KBIHU Hawaisyah Maros Ahmad Quraish.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#manasik haji #Ibadah Haji #Kementerian Agama #Kabupaten Maros #Kemenag Sulsel
Youtube Jejakfakta.com