Jejakfakta.com, MAKASSAR - Kota Makassar kembali dilanda banjir. Dua kecamatan, Biringkanaya dan Manggala, terendam air akibat hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari terakhir.
Akibatnya, sebanyak 179 jiwa dari 56 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi penampungan yang disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.

Evakuasi Warga di Tengah Banjir
Baca Juga : BPBD Makassar Gandeng 23 Kampus Cetak 23 Ribu Relawan Kebencanaan, Perkuat Respons Darat, Laut, dan Pesisir
Berdasarkan data terbaru BPBD Makassar per Selasa (11/2/2025) pukul 12.00 WITA, proses evakuasi telah berlangsung sejak Senin (10/2/2025) malam. Debit air yang terus meningkat membuat petugas harus bergerak cepat menyelamatkan warga terdampak.
Untuk menampung para pengungsi, tiga titik evakuasi didirikan di Kecamatan Manggala, yakni:
- Masjid Jabal Nur, Jl Biola Raya: 90 jiwa (27 KK)
- Masjid Makka Al Mukarramah, Jl Suling: 30 jiwa (12 KK)
- Masjid Al Muttaqin: 29 jiwa (8 KK)
Sementara itu, di Kecamatan Biringkanaya, dua titik pengungsian tersedia di:
- Masjid Nurul Ikhlas
- Masjid Grand Rahmani
- Total warga yang mengungsi di Biringkanaya mencapai 30 jiwa.
Baca Juga : PDAM Makassar Pastikan Layanan Air Masih Aman, Prediksi 30 Hari Disebut Skenario Kemarau Ekstrem
Ketinggian Air Capai 70 cm
Banjir yang merendam wilayah Makassar ini memiliki ketinggian air yang bervariasi. Menurut laporan tim BPBD di lapangan, ketinggian air di Jl Kotipa, Kelurahan Ketimbang, Kecamatan Biringkanaya, mencapai 65 cm.Sedangkan di Blok 8 dan 10 Antang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, air mencapai 20 hingga 70 cm.
"Kami juga mewaspadai titik rawan banjir lainnya, seperti di Kecamatan Panakkukang dan Tamalanrea," ujar Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin.
Baca Juga : BPBD Makassar Gandeng 23 Kampus, Siapkan 23.000 Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Tangguh Bencana
Waspada Banjir Pesisir dan Angin Kencang
Selain banjir, masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap potensi banjir pesisir (ROB) yang diperkirakan terjadi besok.
Berdasarkan informasi dari BMKG, pasang maksimum akibat fase bulan purnama diprediksi terjadi pada Rabu, 12 Februari 2025, pukul 18.00-21.00 WITA. Ditambah dengan potensi hujan sedang hingga lebat di pesisir barat Sulawesi Selatan, risiko genangan air semakin tinggi.
Baca Juga : BPBD Makassar Perkuat Inovasi SALAMA, Bangun Budaya Sadar Bencana Sejak Usia Dini
"Kami juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap potensi angin kencang yang dapat memperparah kondisi di lapangan," tambah Achmad Hendra.
Dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan Bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




