Jejakfakta.com, MAROS -- Situasi di Bendung Leko Pancing, Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, semakin mengkhawatirkan! Debit air terus meningkat akibat hujan deras yang mengguyur kawasan hulu hingga pukul 12.24 Wita.
Data terbaru menunjukkan ketinggian air telah mencapai 300 cm di atas mercu, jauh di atas batas normal yang hanya berkisar 0-50 cm. Petugas Operasi Bendung Leko Pancing, M. Syamsir, menyampaikan bahwa kondisi ini telah memasuki status Awas, kategori tertinggi dalam sistem peringatan.

"Status waspada berlaku saat ketinggian air mencapai 50-100 cm di atas mercu, siaga jika mencapai 100-200 cm, dan awas jika melebihi 200 cm. Saat ini sudah mencapai 300 cm, artinya situasi sangat berbahaya!" tegasnya.
Baca Juga : Humanis Tanpa Gusur Paksa, Pemkot Makassar Ajak Pedagang Bongkar Mandiri Lapak di Atas Drainase
Debit air yang melewati mercu kini berada di angka 1.237 liter per detik, sementara air yang masuk ke pintu intake mencapai 3.410 liter per detik. Kondisi ini berpotensi besar menyebabkan banjir di berbagai wilayah Kabupaten Maros, terutama jika air dari Bendung Batubassi di Bantimurung juga mengalami peningkatan dan air laut sedang pasang.
"Jika kedua faktor tersebut terjadi bersamaan, banjir besar di Maros hampir tak terelakkan," tambah Syamsir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem. Kabupaten Maros diprediksi akan terus diguyur hujan lebat, angin kencang, dan petir hingga 12 Februari 2025. Selain banjir, ancaman tanah longsor juga mengintai beberapa daerah dengan kontur tanah yang rawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




