Jejakfakta.com, MAKASSAR – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Fadjry Djufry, turun langsung meninjau lokasi banjir di Kota Makassar pada Rabu, 12 Februari 2025. Salah satu titik yang dikunjungi adalah Perumnas Antang Blok VIII dan Blok X, yang mengalami dampak cukup parah.
Fadjry Djufry didampingi Kepala Dinas Sosial Sulsel, tim Dinas Kesehatan Sulsel, serta jajaran Pemerintah Kota Makassar. Ia menegaskan pentingnya mencari solusi permanen agar banjir tahunan ini tidak terus terjadi.

“Kita harus segera memikirkan langkah mitigasi agar banjir ini tidak terus berulang. Pemprov, Pemkot, dan Kementerian PU harus duduk bersama mencari solusi jangka panjang,” ujarnya.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Finish 10K MHM 2026, Lebih dari 12 Ribu Pelari Ramaikan Losari
Ribuan Warga Mengungsi
Lurah Manggala, Arwinah Aminuddin, melaporkan bahwa hingga Rabu, 12 Februari 2025, sebanyak 1.093 jiwa dari 297 kepala keluarga (KK) telah mengungsi ke 14 titik pengungsian. Tim evakuasi dari BPBD Kota Makassar, TNI AD, TNI AL, dan TNI AU telah siaga sejak 11 Februari untuk membantu warga mencari tempat aman.
“Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Semoga semua warga selamat dari musibah ini,” kata Arwinah.
Baca Juga : Pemkot Makassar Kejar Lahan "Clear and Clean", Jembatan Barombong Siap Dibangun 2027
Menurutnya, banjir kali ini adalah yang terparah dalam beberapa tahun terakhir, dengan ketinggian air mencapai 3 meter di beberapa titik, seperti Jalan Ujung Bori Raya RW 8 dan Kecaping Raya RW 13 Blok 10.
Bantuan untuk Korban Banjir
Kepala Dinas Sosial Sulsel, Malik Faisal, mengungkapkan bahwa sekitar dua ribu warga telah mengungsi di beberapa masjid dan kantor pemerintahan. Pemerintah Provinsi Sulsel telah mengirimkan bantuan berupa makanan siap saji serta buffer stock logistik.
Baca Juga : Satgas Drainase Bergerak Cepat, Genangan di Titik Viral Pettarani Berhasil Surut
“Kami bersama Bapak Gubernur turun langsung untuk memastikan kondisi warga. Kami membawa makanan siap saji, beras sebanyak 2 ton, serta 100 dus mie instan yang akan didistribusikan melalui dapur umum,” jelasnya.
Bagi warga yang tetap bertahan di rumah dua lantai namun terdampak banjir, Dinas Sosial juga memberikan bantuan bahan makanan agar mereka tetap mendapatkan suplai kebutuhan pokok.
Dengan kondisi yang semakin memprihatinkan, masyarakat berharap ada langkah nyata dari pemerintah untuk menangani banjir ini secara tuntas. Kesigapan tim evakuasi dan bantuan yang terus berdatangan menjadi harapan besar bagi warga terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




