Makassar, jejakfakta.com – Korban menyoal respons petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar dalam penanganan kebakaran Pasar Sentral Makassar, Selasa (27/12/22) malam. Damkar disebut lambat dan jumlah armada kurang.
“Yang jelas tidak banyak pemadam. Saya cuman lihat di sini tiga, kalau di ujung sana tidak ada, di Nusantara [Jl Nusantra] satu,” kata Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (Aspek 5) Hj Hasniah kepada jejakfakta di lokasi kebakaran.

Lebih 900 kios pedagang di Blok B ludes terbakar dalam episode kebakaran keempat Pasar Sentral Makassar, Selasa (27/12/22) malam. Data sementara dari Perumda Pasar Makassar Raya: 931 kios atau lapak pedagang terbakar.
Baca Juga : Pemkot Makassar Matangkan Transisi Pengelolaan Pasar Butung, Gandeng APH untuk Jalankan Secara Tertib
Kebakaran mulai terjadi selepas petang, menjelang salat Isya atau sekitar pukul 19.00 Wita, ketika hujan masih menyirami kota Makassar.
“Habis semua kosmetik, baju, besar dan anak anak,” Hasniah mengungkapkan barang dagangan dan kiosnya ludes terbakar.
Pantauan Hasniah hingga kebakaran padam, armada Damkar Makassar belakangan bertambah.
Baca Juga : Belum Setahun Menjabat, Direksi Baru Perumda Pasar Makassar Raya Sukses Setor Dividen Rp1,3 Miliar
“Pemadamnya itu hanya tiga atau empat, tapi banyak datang tapi terlambat,” ujar Hasniah yang sudah empat kali menjadi korban kebakaran Pasar Sentral Makassar.
Dia menduga kebakaran bermula dari tengah Blok B.
“Menurut informasi anak-anak, yang pertama kali terbakar itu di tengah tengah, jadi waktu anak-anak masuk menyiram kewalahan juga,” cerita Hasniah.
Baca Juga : Pemkot–YOSS Satu Visi, Karebosi Disiapkan Jadi Ruang Publik Modern
Jarak antara Pasar Sentral Makassar dan Markas Besar Damkar Makassar tergolong dekat, hanya 2,4 kilometer, lurus ke selatan melewati jalan protokol Jl Jend Sudirman.
Pantauan jejakfakta, saat kejadian, armada Damkar bebas lurus tanpa perlu melawan arus dari Sentral ke Jl Ratulangi, Mabes Damkar. Mereka bolak-balik Mabes-Sentral tiga kali selama proses pemadaman.
Damkar baru bisa menguasai kebakaran sekitar pukul 21.30 Wita.
Baca Juga : Perumda Pasar Makassar Raya Perkuat Digitalisasi Lewat Kolaborasi dengan BI dan Bank Sulselbar
Kebakaran Aspol 14 Armada
Dua pekan lalu, Jumat 16 Desember 2022, Dinas Damkar Makassar menerjunkan belasan unit armada untuk pemadaman ke Asrama Polisi (Aspol) Tallo Lama, Jl Sultan Abdullah, Kecamatan Tallo, Makassar. Jaraknya kurang lebih 8,8 kilometer.
Kebarakan melanda Aspol Lama menjelang waktu salat Jumat, sekitar pukul 12.40 Wita.
Komandan Peleton Damkar Makassar, Ramli, mengatakan, pihaknya telah mengerahkan 14 unit armada, 10 unit dari markas komando dan empat unit bantuan dari carester Ujung tanah.
Alhasil, tak butuh waktu sejam, Damkar mampu menguasai kebakaran, hanya empat petak rumah yang terbakar.
Hingga berita ini ditulis, jejakfakta belum mendapat konfirmasi berapa jumlah armada damkar yang diterjunkan ke lokasi kebakaran Pasar Sentral Makassar kemarin.
Pasrah
Pedagang, Nurtini, mengatakan, Selasa (27/12/2022) malam, ia dalam perjalanan pulang dari Pasar Sentral Makassar ke rumahnya.
Nurtini menutup kiosnya usai magrib sekitar pukul 18.20 Wita, seperti hari-hari biasanya.
"Waktu kebakaran saya pulang mi sudah magrib menunggu Petepete [angkot] di Jalan Irian, baru di telpon sama teman-teman di pasar kalau ada kebakaran," kata Nurtini kepada jejakfakta.
Mendapat kabar kebakaran di Pasar Sentral Makassar, tempat ia menggantungkan hidupnya bersama keluarga. Nurtini tanpa piker panjang, gegas ia kembali ke pasar, harap-harap dapat menyelamatkan barang dagangannya.
"Saya langsung turun dari Petepete ke pasar kembali, liat kiosku. Pas sampai dan mau masuk selamatkan kios, tidak bisami karena tebal asap," katanya.
Nurtini pasrah. Hanya bisa menyaksikan si jago merah dengan cepat meludeskan ratusan kios, termasuk kiosnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




