Rabu, 14 Mei 2025 18:09

Antisipasi Bencana, Pemkab Luwu Gandeng Unhas Susun Kajian Risiko Bencana

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) di Hotel Subur, Kecamatan Belopa Utara, Rabu (14/5/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Luwu
Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) di Hotel Subur, Kecamatan Belopa Utara, Rabu (14/5/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Luwu

perencanaan yang baik adalah kunci dari penanganan bencana yang cepat dan tepat, mencakup pemetaan wilayah rawan, hingga penetapan status darurat secara akurat.

Jejakfakta.com, LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana. Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) di Hotel Subur, Kecamatan Belopa Utara, Rabu (14/5/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Dalam sambutannya, Dhevy menekankan pentingnya dokumen KRB sebagai fondasi utama dalam merancang strategi mitigasi dan respon bencana yang efektif, mengingat Kabupaten Luwu termasuk daerah rawan bencana alam dan non-alam.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Apresiasi Kekompakan Alumni Unhas, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau Hadiri Welcome Dinner Mubes IKA Unhas

“Kita hidup di wilayah dengan risiko bencana yang tinggi. Kajian ini membantu kita memahami potensi bahaya, memperkirakan dampaknya, dan mempersiapkan diri secara lebih matang. Dengan kesadaran dan kesiapan, kita bisa meminimalkan dampak negatifnya,” ujar Dhevy.

Ia juga menambahkan bahwa perencanaan yang baik adalah kunci dari penanganan bencana yang cepat dan tepat, mencakup pemetaan wilayah rawan, kesiapan sumber daya manusia, peralatan pendukung, hingga penetapan status darurat secara akurat.

Wakil Bupati menegaskan bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan relawan harus bersinergi dalam menciptakan sistem penanggulangan yang tangguh dan responsif.

Baca Juga : Ribuan Alumni Perikanan Unhas Siap Berkumpul di Tamalanrea

“Kajian risiko bencana bukan sekadar dokumen, melainkan panduan penting dalam menyusun arah pembangunan yang aman dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Luwu, Andi Baso Tenriesa, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan mengidentifikasi potensi ancaman dan kerugian, menilai kapasitas daerah dalam merespons bencana, serta menyusun strategi penanggulangan berbasis dokumen KRB.

“Kami menghadirkan tenaga ahli dari Unhas Makassar yang akan membimbing penyusunan kajian ini secara menyeluruh dan berbasis data ilmiah,” jelasnya.

Baca Juga : Makassar Siaga Bencana: Munafri–Aliyah Dorong Kolaborasi Total, Dari Anak-anak hingga Komunitas Jadi Garda Terdepan

Dengan kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu berharap dapat memperkuat sistem penanggulangan bencana serta membangun kesadaran kolektif masyarakat demi menciptakan daerah yang lebih siap dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Kajian Risiko Bencana #Unhas #BPBD Luwu #Mitigasi Bencana #Sosialisasi Bencana #pemkab luwu #penanggulangan bencana #Kesiapsiagaan Bencana
Youtube Jejakfakta.com