Jejakfakta.com, JAKARTA – Pemerintah Kota Makassar meraih penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI sebagai pemerintah daerah dengan skor tinggi dalam Monitoring Center for Prevention (MCP) tahun 2024.
Penghargaan dari KPK atas peningkatan skor MCP sebesar 87% ini diterima langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Jakarta, Kamis (15/5/2025).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Inspektorat Kota Makassar Andi Asma Zulistia Ekayanti, Plt Sekda Nielma Palamba, dan Ketua DPRD Makassar Supratman.
Baca Juga : 67 Sekolah Swasta Digratiskan, Appi Pastikan Siswa Tak Lolos SPMB Tetap Bisa Sekolah
Dalam penilaian yang dilakukan melalui program MCP, Pemkot Makassar berhasil menempati posisi ketiga dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Predikat ini diberikan kepada daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.
“Tadi, Pemerintah Kota Makassar menerima penghargaan dari KPK RI sebagai salah satu pemerintah daerah ‘terjaga’, dengan skor 87,” jelas Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Apresiasi ini menjadi bukti nyata atas upaya berkelanjutan Pemkot Makassar dalam memperkuat integritas birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mengoptimalkan sistem pengawasan internal.
Munafri atau yang akrab disapa Appi menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut, serta berkomitmen untuk terus mendorong budaya antikorupsi di seluruh lini pemerintahan. Ia pun mengakui bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar.
“Ini adalah hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat dan OPD di pemerintahan, dan merupakan bentuk komitmen kami dalam menghadirkan pelayanan publik yang bersih dan akuntabel,” ujarnya.
Baca Juga : Pemkot Makassar dan BMKG Perkuat Keselamatan Nelayan, Informasi Cuaca Bakal Terintegrasi di Lontara Plus
Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi KPK RI kepada Pemerintah Kota Makassar atas komitmen dan kinerjanya dalam upaya pencegahan korupsi.
Capaian ini mencerminkan keseriusan Pemkot Makassar dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Menurut Appi, keberhasilan ini menjadi indikator dalam pelaksanaan program-program antikorupsi, pengelolaan keuangan daerah, peningkatan pelayanan publik, dan sistem pengawasan internal yang efektif.
Baca Juga : Munafri Lepas Peserta Jalan Sehat, Semarak HUT Bhayangkara ke-80 Warnai Car Free Day di Makassar
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemkot Makassar untuk terus meningkatkan integritas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Prestasi ini juga kami harapkan menjadi contoh kinerja ke depan dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi,” harap politisi Partai Golkar itu.
Ia juga menekankan bahwa apabila terdapat masalah atau kebusukan dalam suatu organisasi pemerintahan, hal tersebut biasanya bermula dari pimpinan atau manajemen puncak.
Baca Juga : IAS Temui Appi di Rujab, Kirim Sinyal Rekonsolidasi Golkar Sulsel Jelang Musda IX
“Jika pemimpin tidak menjalankan fungsinya dengan baik, maka dampaknya akan menjalar ke seluruh bagian organisasi hingga ke level terbawah.
Sebaliknya, jika pemimpin bersih, profesional, dan visioner, maka pemerintahan akan cenderung sehat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




