Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menerima kunjungan Pemerintah Kabupaten Poso dalam rangka benchmarking optimalisasi pendapatan daerah. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Rabu (9/7/2025), dan menjadi ajang tukar pengalaman serta inovasi pengelolaan keuangan daerah.
Rombongan Pemkab Poso dipimpin langsung oleh Wakil Bupati H. Soeharto Kandar, didampingi Ketua DPRD Semuel Munda, Ketua Komisi II DPRD, sejumlah anggota legislatif, serta kepala OPD. Mereka disambut langsung oleh Bupati Irwan dan jajaran pejabat Luwu Timur.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah dalam mengelola potensi pendapatan secara maksimal.
Baca Juga : Di Tengah Gempuran AI, Bupati Luwu Timur Tekankan Guru Tetap Jaga Nilai Lokal
“Terima kasih atas kunjungan ini. Kepala Bapenda kami juga telah memaparkan berbagai upaya yang kami lakukan dalam mengoptimalkan pendapatan daerah,” ujar Irwan.
Ia juga membuka ruang kolaborasi dan pertukaran inovasi antara kedua daerah demi mendorong pembangunan yang saling menguatkan.
“Siapa tahu ada inovasi dari Poso yang bisa kami adopsi, dan sebaliknya. Komunikasi dan kolaborasi harus terus terjalin,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Poso, H. Soeharto Kandar, mengaku termotivasi oleh pencapaian Luwu Timur dalam mengelola pendapatan daerah. Ia menilai, praktik-praktik yang dijalankan Pemkab Luwu Timur layak dijadikan rujukan.
“Kondisi keuangan kami membuat kami merasa iri sekaligus termotivasi. Kami ingin tahu rahasia keberhasilan Luwu Timur,” ungkap Soeharto.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bagian dari rencana besar Pemkab Poso untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), pendapatan nonpajak, dan penerapan sistem yang lebih efisien.
Ia juga mengungkapkan keinginan untuk menjalin kerja sama yang lebih teknis, termasuk kemungkinan adanya nota kesepahaman (MoU) terkait pengelolaan pendapatan berbasis RBLB (Retribusi dan Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah).
“Semoga kami bisa berdiskusi lebih teknis dengan Bapenda Luwu Timur dan menyesuaikan dengan kondisi daerah kami,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




