Rabu, 06 Mei 2026 13:39

Pemkot Makassar Perketat Seleksi Imam Kelurahan, Munafri Tekankan Integritas dan Peran Sosial

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat membuka kegiatan Seleksi Calon Imam Kelurahan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Kantor Wali Kota Makassar, Rabu (6/5/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat membuka kegiatan Seleksi Calon Imam Kelurahan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Kantor Wali Kota Makassar, Rabu (6/5/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Pemkot Makassar memperketat seleksi imam kelurahan 2026. Wali Kota Munafri Arifuddin menekankan integritas, kompetensi Al-Qur’an, dan peran sosial imam di masyarakat.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar memperketat seleksi calon imam kelurahan tahun 2026 guna memastikan terpilihnya figur yang berkualitas, berintegritas, dan mampu menjalankan peran sosial di tengah masyarakat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen tersebut saat membuka kegiatan Seleksi Calon Imam Kelurahan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Kantor Wali Kota Makassar, Rabu (6/5/2026).

Dalam sambutannya, Munafri—yang akrab disapa Appi—menyatakan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi syarat mutlak bagi seorang imam dan tidak dapat dikompromikan. Selain itu, ia menekankan pentingnya sikap toleransi mengingat masyarakat Makassar yang majemuk.

Baca Juga : Dari Zona Merah ke 10 Besar, Lompatan Dramatis Makassar Jadi Kota Toleran Elite Indonesia

“Imam bukan hanya pemimpin ibadah, tetapi juga figur sosial yang harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, peran imam sangat strategis karena tidak hanya memimpin salat, tetapi juga menjadi penggerak pembinaan umat. Ia mengharapkan masjid dapat difungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan, musyawarah sosial, hingga pembinaan generasi muda Qur’ani.

Munafri juga menyoroti pentingnya kemampuan manajerial seorang imam dalam mengelola organisasi masjid secara efektif. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan imam harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca Juga : Makassar Darurat Lahan Makam, Pemkot Bidik 20 Hektare di Maros sebagai Solusi Jangka Panjang

“Kalau kita bicara imam, kita bicara pemimpin. Output dari masjid harus jelas dan maksimal,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan peserta agar menjaga sportivitas selama proses seleksi dan tidak membangun narasi negatif jika tidak lolos. Ia juga menegaskan kepada panitia dan penguji agar menjaga integritas dan tidak meloloskan peserta berdasarkan kedekatan personal.

“Pastikan yang lulus benar-benar memiliki kapasitas, bukan karena hubungan atau titipan,” tegasnya.

Baca Juga : 118 Pedagang Bongkar Lapak Tanpa Penertiban, Pendekatan Humanis Pemkot Makassar Berbuah Hasil

Seleksi tahun ini diikuti oleh 140 peserta yang memperebutkan 103 posisi imam kelurahan untuk periode 2026–2029. Tahapan seleksi meliputi administrasi, tes tertulis, wawancara, serta uji kemampuan baca tulis Al-Qur’an.

Munafri berharap proses seleksi ini mampu menghasilkan imam yang tidak hanya kompeten secara keagamaan, tetapi juga menjadi teladan, pembimbing umat, serta penjaga nilai moral dan spiritual di tengah masyarakat.

Ia mengajak seluruh peserta menjadikan seleksi ini sebagai momentum pengabdian kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas keimanan. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#seleksi imam #Munafri Arifuddin #imam kelurahan #Pemkot Makassar #Kesra #imam masjid
Youtube Jejakfakta.com