Jejakfakta.com, MAKASSAR - Langkah seorang siswa asal daerah membuktikan bahwa talenta digital Indonesia mampu menembus panggung global. Rehan, siswa SMA Negeri 8 Pinrang, mencuri perhatian setelah berhasil menemukan celah keamanan di sistem NASA—sebuah capaian yang membawanya masuk dalam Hall of Fame lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut.
Prestasi ini tak hanya berbuah pengakuan internasional, tetapi juga membuka jalan akademik di dalam negeri. Universitas Hasanuddin (Unhas) secara resmi memberikan golden ticket kepada Rehan, memberinya akses langsung untuk kuliah di Program Studi Teknik Informatika tanpa melalui jalur tes pada tahun akademik 2026/2027.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, yang menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia unggul di bidang teknologi.
Baca Juga : Piluh! Rangga di Gowa Hanya Bisa Bawa Ubi ke Sekolah Pengganti Uang Jajan
“Ini bukan sekadar apresiasi, tetapi komitmen kami untuk memastikan talenta seperti Rehan mendapatkan ruang berkembang dan berkontribusi,” ujarnya.
Rehan sendiri mencatat prestasi tersebut melalui proses belajar mandiri. Ia berhasil mengidentifikasi kerentanan (vulnerability) dalam sistem NASA, yang kemudian diakui secara resmi oleh lembaga tersebut.
Bagi Unhas, keputusan memberikan golden ticket bukan hanya simbol penghargaan, tetapi juga strategi membangun ekosistem talenta digital nasional. Kampus bahkan menyiapkan peluang lanjutan bagi Rehan, termasuk akses ke program double degree dan kolaborasi internasional.
Baca Juga : CNN Indonesia Awards 2024, Pelindo Raih “Outstanding Business Ethics of The Year”
Kisah Rehan menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Ia pun mengajak generasi muda untuk terus mengembangkan potensi diri.
“Kalau punya bakat, teruslah diasah. Jangan pesimis hanya karena keterbatasan,” pesannya.
Langkah afirmatif ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya lebih banyak talenta digital Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




