Jumat, 25 Juli 2025 20:41

Pemkot Makassar Teken MoU dengan BBPVP untuk Dorong Inklusi dan Peningkatan Kompetensi SDM

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi, di Kantor BBPVP Makassar pada Jumat (25/7/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi, di Kantor BBPVP Makassar pada Jumat (25/7/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Pemkot Makassar terus mendorong penerimaan penyandang disabilitas di berbagai sektor, termasuk pemerintahan dan industri kreatif.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan kota yang inklusif dan produktif melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar. Penandatanganan ini sekaligus menandai peluncuran program penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas dan pelatihan berbasis kompetensi.

Acara yang digelar di Kantor BBPVP Makassar pada Jumat (25/7/2025), turut dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Dr. Yassierli, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pelatihan vokasi dan menciptakan peluang kerja yang setara, khususnya bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.

Baca Juga : Makassar Gandeng Jepang, Kolaborasi Strategis Fokus Atasi Sampah hingga Pertukaran Pelajar

“Kegiatan MoU ini kita dorong agar saudara-saudara kita yang disabilitas bisa mendapat ruang kerja yang layak. Kita ingin mereka tidak hanya dilatih, tetapi juga diserap ke dunia kerja, termasuk di lingkungan Pemkot melalui skema PJLP,” ujar Munafri.

Ia juga mencontohkan Makassar Creative Hub sebagai contoh nyata pusat pelatihan inklusif, tempat penyandang disabilitas termasuk individu dengan down syndrome mendapatkan pelatihan keterampilan yang produktif.

Selain Makassar, sebanyak 17 daerah lainnya turut menandatangani kerja sama dengan BBPVP Makassar. Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Dr. Yassierli, mengapresiasi kolaborasi antar daerah sebagai bagian dari transformasi ketenagakerjaan nasional.

Baca Juga : Groundbreaking Mal Ratu Indah, Munafri Sebut Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Baru Makassar

Menurut Yassierli, BBPVP Makassar akan dikembangkan sebagai pusat pelatihan vokasi dan inovasi nasional. Balai seluas lima hektare ini diproyeksikan menjadi pelatihan jangka pendek maksimal enam bulan, untuk kompetensi level moderat.

“Kita ingin semua balai menjadi ruang aman dan produktif, terutama bagi generasi milenial dan penyandang disabilitas. Harapan generasi muda itu sederhana: pemerintah hadir. Maka kami hadir,” tegasnya.

Empat Strategi Nasional untuk SDM Tangguh

Baca Juga : Makassar Pecah Dominasi Jawa! Kota Makassar Jadi Satu-satunya dari Luar Jawa Raih Penghargaan Nasional Hari Otda 2026

Dalam sambutannya, Menaker Yassierli juga memaparkan empat pendekatan strategis nasional guna menghadapi tantangan global seperti otomatisasi, transisi energi, dan perkembangan kecerdasan buatan:

  1. Penguatan SDM pada program hilirisasi dan koperasi.
  2. Peningkatan penempatan tenaga kerja ke luar negeri yang aman dan terstruktur.
  3. Kolaborasi aktif dengan sektor industri.
  4. Pengembangan tenaga kerja mandiri berbasis inovasi.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan zakat sebagai sumber inovasi pembiayaan, bekerja sama dengan Baznas, agar lebih banyak program pelatihan dan wirausaha bisa didanai secara berkelanjutan.

Program penempatan tenaga kerja disabilitas yang diluncurkan hari ini menjadi simbol komitmen nyata negara dalam menjamin hak konstitusional setiap warga untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan lingkungan kerja yang aman.

Baca Juga : Hari Otda ke-30 di Makassar, Sekda Tegaskan Sinergi Pusat-Daerah Jadi Kunci Wujudkan Asta Cita

Wali Kota Makassar menyampaikan bahwa ke depan, Pemkot akan terus mendorong penerimaan penyandang disabilitas di berbagai sektor, termasuk pemerintahan dan industri kreatif.

“Kami akan berupaya seinklusif mungkin. Penyandang disabilitas harus diberi ruang di semua lini,” tegas Munafri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#BBPVP Makassar #Pelatihan Vokasi #penyandang disabilitas #Munafri Arifuddin #program inklusi #Tenaga Kerja #Pemkot Makassar #Makassar Creative Hub #PJLP #Menaker RI
Youtube Jejakfakta.com