Kamis, 07 Agustus 2025 05:11

Bawaslu Bulukumba Dorong Penguatan Kelembagaan Melalui Konsolidasi Demokrasi

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Bawaslu Kabupaten Bulukumba menggelar kegiatan konsolidasi demokrasi yang dikemas dalam bentuk fasilitasi penguatan kelembagaan di SMA Resort Bira Beach, Rabu (6/8/2025). @Jejakfakta/dok. Istimewa
Bawaslu Kabupaten Bulukumba menggelar kegiatan konsolidasi demokrasi yang dikemas dalam bentuk fasilitasi penguatan kelembagaan di SMA Resort Bira Beach, Rabu (6/8/2025). @Jejakfakta/dok. Istimewa

Saiful Jihad: Masa tanpa tahapan pemilu merupakan momen strategis bagi Bawaslu untuk fokus pada pendidikan politik dan penguatan demokrasi di tingkat lokal.

Jejakfakta.com, BULUKUMBA — Dalam upaya memperkuat kelembagaan pengawas pemilu dan menjaga kualitas demokrasi, Bawaslu Kabupaten Bulukumba menggelar kegiatan konsolidasi demokrasi yang dikemas dalam bentuk fasilitasi penguatan kelembagaan di SMA Resort Bira Beach, Rabu (6/8/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya: Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Saiful Jihad, Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat, Anggota Komisi II DPR RI, Taufan Pawe, Perwakilan Forkopimda Bulukumba, partai politik, organisasi masyarakat, akademisi, pegiat pemilu, dan media.

Ketua Bawaslu Bulukumba, Bakri Abubakar, menegaskan bahwa meskipun tahun 2025 tidak ada tahapan pemilu atau pilkada, peran Bawaslu tetap harus aktif dan eksis sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Baca Juga : Bawaslu Sulsel Tantang Mahasiswa Adu Gagasan soal Hukum Pemilu, Pendaftaran Debat Nasional Dibuka 15 Juli

“Kegiatan ini menjadi sarana menerima masukan dari masyarakat untuk memperkuat pengawasan pemilu di masa mendatang,” ujar Bakri.

Sementara itu, Saiful Jihad menekankan bahwa masa tanpa tahapan pemilu merupakan momen strategis bagi Bawaslu untuk fokus pada pendidikan politik dan penguatan demokrasi di tingkat lokal.

“Saya titip pesan kepada Pak Taufan Pawe agar semangat penguatan kelembagaan Bawaslu turut disuarakan di tingkat nasional,” ungkap Saiful.

Baca Juga : Jelang Pemilu 2029, Bawaslu Perkuat Keterbukaan Informasi untuk Raih Kepercayaan Publik

Menanggapi hal tersebut, Taufan Pawe menyampaikan dukungannya terhadap upaya memperkuat otoritas Bawaslu. Ia menilai bahwa Bawaslu harus diberi wewenang yang lebih luas untuk mengawal integritas pemilu.

“Pemilu adalah instrumen utama demokrasi. Maka pengawasnya pun harus kuat,” tegas Taufan.

Ia juga menolak wacana pengembalian Bawaslu ke model ad-hoc, menyebutnya sebagai kemunduran demokrasi.

Baca Juga : KPU Sulsel Bantah Kritik Bawaslu Soal Data Pemilih Baru Nihil, Tegaskan PDPB Berbasis Dokumen Legal

Bupati Bulukumba melalui perwakilannya, Daud Kahal, mengapresiasi inisiatif Bawaslu dalam memperkuat kelembagaan sebagai bentuk keseriusan dalam meningkatkan tata kelola pengawasan pemilu.

Kegiatan ini bertujuan sebagai ruang konsolidasi antara penyelenggara pemilu dan seluruh elemen masyarakat. Semangat kolaboratif yang dibangun diharapkan mampu memperkuat posisi kelembagaan Bawaslu secara menyeluruh, baik di level lokal maupun nasional.

Selain itu, turut hadir sebagai narasumber dalam diskusi ini, akademisi Dr. Azry Yusuf, S.H., M.H dan pegiat pemilu Attahahriah Nas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Bawaslu Bulukumba #Konsolidasi Demokrasi #Pemilu #DPR RI #Saiful Jihad #taufan pawe #pengawasan pemilu #Bawaslu Sulsel
Youtube Jejakfakta.com