Jejakfakta.com, LUWU TIMUR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur bekerja sama dengan Save the Children (StC) dan Yayasan Celosia Maennu Indonesia (YCMI) menggelar pertemuan pembentukan panitia Hari Cuci Tangan Sedunia (HCTS) dalam rangkaian Healthier Smiles Program atau Program Kesehatan Gigi dan Mulut.
Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Luwu Timur, Jumat (19/9/2025).

Fokus Perlindungan Anak dan Kampanye Kesehatan
Baca Juga : Wabup Lutim Hadiri Hari Jadi ke-24 Kota Palopo, Perkuat Sinergi Pembangunan Regional
Kegiatan dibuka dengan pemutaran video edukatif Child Safe Guarding (CSG), yang bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya perlindungan anak dari kekerasan, eksploitasi, dan penelantaran. Selanjutnya, tim YCMI memaparkan gambaran umum mengenai pentingnya mencuci tangan pakai sabun sebagai bagian dari edukasi kebersihan.
Menuju Rekor MURI
Dalam sesi diskusi, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Darmawan, menyampaikan harapan agar kegiatan HCTS tahun ini bisa mencetak rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Baca Juga : Sekda Lutim Saksikan Penandatanganan Kerja Sama BPDLH–Mars, Dorong Pembiayaan Hijau untuk Petani Kakao
“Jika memungkinkan, kami ingin melibatkan lebih banyak anak dari berbagai sekolah, sehingga acara ini bukan hanya seremoni, tapi juga menjadi bagian dari sejarah,” ujar Darmawan.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Luwu Timur, Raodah K. Ia menyebutkan bahwa meskipun jumlah undangan saat ini sebanyak 177 peserta (termasuk anak-anak), masih ada peluang untuk menambah peserta, tergantung sinergi dari seluruh pihak.
“Penambahan peserta bisa dilakukan jika ada dukungan dari semua stakeholder, termasuk OPD,” katanya.
Baca Juga : Siapkan Pasukan 17 Agustus, Lutim Gelar Seleksi Paskibraka 2026
Blended Learning dan Partisipasi Sekolah
Acara puncak HCTS akan digelar di Lapangan Pendidikan Kabupaten Luwu Timur dengan konsep blended. Enam sekolah dampingan akan mengirimkan 50 anak yang bertindak sebagai “dokter kecil”, sementara kegiatan juga akan disiarkan langsung melalui aplikasi Zoom agar dapat diikuti serentak oleh sekolah lainnya.
Sekretaris Dinas Kominfo-SP, Muhammad Safaat DP, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh kelancaran kegiatan ini.
Baca Juga : Gerak Cepat Gowa Tekan Zero Dose: Data Akurat, Layanan Jemput Bola, dan Kolaborasi Jadi Kunci
“Kami siap membantu agar kegiatan ini berjalan sukses dan menjadi momentum membangun kesadaran sejak dini akan pentingnya mencuci tangan dengan sabun,” ujarnya.
Turut hadir dalam pertemuan ini antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesra Aini Endis Anrika, Sekretaris Dinas Kesehatan dr. Helmy Kahar, Sekretaris Bapperida Syaifullah, perwakilan Kementerian Agama, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), serta tim dari Save the Children dan YCMI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




