Kamis, 09 Oktober 2025 18:17

Piluh! Rangga di Gowa Hanya Bisa Bawa Ubi ke Sekolah Pengganti Uang Jajan

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Rangga, siswa SD Inpres Borongbulo di Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa. @Jejakfakta/Tangkapan layar
Rangga, siswa SD Inpres Borongbulo di Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa. @Jejakfakta/Tangkapan layar

Dalam narasi video yang beredar, ubi bakar yang dibawa Rangga merupakan bekal lantaran tidak membawa uang jajan.

Jejakfakta.com, GOWA - Seorang bocah anak Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, jadi sorotan publik setelah terekam membawa ubi bakar sebagai bekal di sekolahnya. Kini bocah itu menyita perhatian publik, mulai konten kreator hingga pemerintah.

Anak tersebut bernama Rangga. Ia merupakan siswa SD Inpres Borongbulo di Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa. Ia tinggal bersama sang kakek Daeng Sudding, dan hidup dalam asuhannya sejak ibunya meninggal dan bapaknya menikah lagi.

Dalam rekaman video yang tersebar ke publik, Rangga yang tengah memakai seragam sekolah terlihat mengeluarkan dua ubi bakar dari dalam tasnya. Sementara wanita yang berada di sampingnya memegang ubi bakar tersebut, seolah memastikan bekal bawaan bocah itu.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Kucurkan Rp1 Miliar untuk RSUD Syekh Yusuf, Pemulihan Pascakebakaran Dipercepat

Dalam narasi video yang beredar, ubi bakar yang dibawa Rangga merupakan bekal lantaran tidak membawa uang jajan.

"Apa nu bawa Rangga? Apa nu bawa pergi sekolah? Ini Rangga bekalnya pergi sekolah. Dia tidak bawa nasi, tapi bawa ubi" ujar perempuan dalam rekaman video tersebut.

Tempat sekolah Rangga juga berada di lokasi terpencil. Akses jalan terbilang sulit lantaran tak beraspal, apalagi bila hujan selesai mengguyur tanah merah tersebut. Namun, rupanya Rangga tak patah semangat untuk mengenyam pendidikan meski dalam kehidupan terbatas.

Baca Juga : Pasca Kebakaran, Bupati Gowa Pastikan Pelayanan RSUD Syekh Yusuf Tetap Normal

Kisah Rangga tersebut menyentuh hati publik. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang mengetahui kisah pilu tersebut langsung merespon dengan menyambangi rumah Rangga untuk memberikan bantuan.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyebut bahwa potret Rangga merupakan anak yang memiliki ketuguhan hati. Dan sudah selayaknya berhak mendapat perhatian penuh.

"Kisah ananda Rangga adalah potret nyata keteguhan hati. Terima kasih kepada Dinas Sosial Provinsi, Pemkab Gowa, serta relawan Andalan Peduli yang cepat turun tangan membantu," kata Andi Sudirman, Selasa (7/10/2025).

Baca Juga : Gowa Raih Penghargaan Kemendagri, Turunkan Stunting hingga 17 Persen dan Kantongi Insentif Rp1 Miliar

"Inilah yang harus kita dukung bersama. Pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi," kata Sudirman.

Bantuan kebutuhan pokok hingga keperluan sekolah didatangkan ke rumah Rangga. Selain itu, pemerintah juga memastikan keluarga Rangga masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

Perhatian itu juga datang dari Pemerintah Kabupaten Gowa, langsung. Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyambangi langsung ke rumah Rangga dan membawa bantuan sembako dan uang tunai.

Baca Juga : Salat Iduladha di RTH Syekh Yusuf, Bupati Gowa Ajak Warga Perkuat Kepedulian dan Persatuan

"Kita mlihat langsung keadaannya sekaligus memastikan bahwa mereka dari dulu mendapat perhatian pemerintah karena mereka adalah penerima bantuan PKH, sembako dan lainnya," kata Husniah.

"Kita kita juga tetap bawa bantuan mulai dari sembako, uang tunai dan ikut menikmati hasil singkong bakar beliau," tambah Husniah, yang juga Ketua Partai Amanat (PAN) Sulsel tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Rangga Gowa #ubi bakar #Sekolah #Bantuan Pemerintah #Kabupaten Gowa #Pendidikan #kisah inspiratif #Andi Sudirman Sulaiman #Sitti Husniah Talenrang #PKH #Bantuan Sosial
Youtube Jejakfakta.com