Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sulsel, Sulkaf S Latief mengungkapkan, sejumlah sektor, seperti pertambangan, industri logam, hotel dan restoran serta sektor konstruksi dan perumahan diprediksi menyumbang nilai investasi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) pun menargetkan nilai investasi dari berbagai sektor pada 2023 mencapai Rp10,7 triliun. "Saya kira tidak akan jauh beda dengan komposisi tahun 2022. Tetap kita bicara tambang," ungkap Sulkaf.

Dia juga sangat yakin, target tersebut bisa tercapai tahun ini. Keyakinan itu berdasarkan kinerja pada 2022 di mana ada sejumlah proyek yang berpotensi memiliki nilai investasi cukup besar.
Baca Juga : Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam Dorong SDM Lokal Kuasai Bahasa Asing Lewat Program Mandalish
Sebut saja proyek kereta api yang pembebasan lahannya saja bernilai investasi Rp1,2 triliun dan ditargetkan selesai tahun ini untuk dibangun tahun depan. Belum lagi, ada proyek Makassar New Port yang akan diperluas, reklamasi Laelae, apartemen Sudirman, PSEL hingga Japparate. "Desa wisata juga tumbuh sekarang yang di atas Rp5 miliar," sebut Sulkaf.
Selain itu, ada daerah-daerah yang banyak menyumbang nilai investasi untuk Sulsel, seperti Makassar, Luwu, Luwu Timur, Bantaeng, dan Pangkep. Belakangan, Kabupaten Pinrang juga sudah mulai ingin mendominasi melalui sentra telur.
Sejak dulu, Kabupaten Sidrap selalu mendominasi sebagai sentra telur. Saat ini, Pinrang juga akan membangun sentra telur yang berbatasan dengan Sidrap.
Baca Juga : Husniah Talenrang Berikan Semangat Kafilah Gowa di MTQ XXXIV Sulsel, Siapkan Bonus Umrah bagi Juara
"Dulu kan telur-telurnya dari Jawa ditetaskan di sini, sekarang berjalan induknya bertelur di sini. Sementara itu pengembangannya sampai 24 kandang. Yang dibangun baru 16 itupun belum selesai, sisanya yang 8 nanti lanjut," lanjut Sulkaf.
Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Sulsel tetap tumbuh kuat pada 2023 pada rentang 4,6 hingga 5,4 persen. Maka dari itu, meski pemerintah pusat menyatakan hati-hati dalam menghadapi ancaman resesi namun Sulsel tetap yakin bisa bertahan.
"Artinya, malah kita bisa optimis karena Sulsel unik. Kita bersumber kepada sumber daya alam dan korporat kurang. Korporat hanya di nikel. Tapi coba lihat sawit. Apalagi di perikanan yang kalau harga ikan naik, bukan satu orang yang nikmati tapi banyak karena pemilikannya masyarakat beda," tukas Sulkaf. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




