Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengeluarkan ultimatum tegas terkait upaya pemulihan keamanan dan perdamaian di wilayah utara Kota Makassar, khususnya Kecamatan Tallo yang kerap dilanda konflik antarkelompok.
Dalam pertemuan bersama TNI-Polri, tokoh masyarakat, dan warga setempat pada Kamis (20/11/2025) malam, pria yang akrab disapa Appi ini menegaskan bahwa Pemerintah Kota tidak akan tinggal diam menghadapi situasi yang berulang kali menimbulkan korban jiwa, kerusakan rumah, hingga lumpuhnya aktivitas warga.

Dalam arahannya, ia mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap dampak sosial akibat konflik tersebut. Ia mengajak semua pihak untuk merenungkan kembali apa sebenarnya “keuntungan” dari perang antarwarga.
Baca Juga : Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko dan 60 Armada
"Saya rasa terima kasih sudah beberapa kali melakukan pertemuan ini. Dan yang ingin saya sampaikan adalah, bisakah kita mengukur berapa banyak kerugian yang kita dapatkan ketika perang ini terjadi," jelas Munafri.
"Perang kelompok tidak menguntungkan siapa pun. Sama-sama rugi harta benda. Apa yang didapatkan? Apakah setelah melakukan perang lalu menang, lantas menjadi seseorang yang punya kekuasaan luar biasa? Tidak," lanjut Appi dalam ultimatum kepada warga Tallo.
Ia menambahkan, akibat konflik ini masyarakat sendiri yang menanggung risiko hukum, bahkan mendapatkan tekanan akibat perbuatan yang mengarah pada unsur pidana.
Baca Juga : Menuju 10 Besar, 68 Kandidat Rebut Kursi Komisioner BAZNAS Makassar
"Kasihan orang-orang yang mau pergi sekolah, kasihan bapak atau ibu yang harus keluar rumah mencari nafkah untuk keluarga. Semua terhambat gegara perang kelompok yang mengancam keselamatan," ujarnya.
Politisi Golkar ini juga menanggapi adanya korban jiwa serta rumah warga yang terbakar akibat konflik tersebut. Ia menggambarkan betapa berat kondisi keluarga yang ditinggalkan ataupun kehilangan seluruh harta bendanya.
Disebutkan, bagaimana kondisi keluarga yang kehilangan harta benda, rumah terbakar, barang berharga hangus tanpa bisa diselamatkan, hanya karena persoalan emosi.
Baca Juga : Efisiensi BBM Jadi Aksi Nyata, Appi Gowes Pagi Pantau Kebersihan Tiga Kecamatan di Makassar
"Setiap masalah seharusnya dapat diselesaikan tanpa kekerasan. Semua bisa dibicarakan. Semua bisa diselesaikan," tambahnya.
Sebagai solusi, Wali Kota Munafri menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar bersama camat, lurah, dan perangkat daerah telah mengaktifkan posko-posko keamanan untuk memastikan masyarakat di wilayah rawan tetap mendapatkan perlindungan.
"Kami sudah mulai membangun posko-posko keamanan. Ketika suasana tegang, masyarakat bergerak meminta tolong. Pemerintah harus hadir memberikan pertolongan dan jaminan keamanan," jelas Appi.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru, Pilih Gunakan Kendaraan Lama
"Namun, Pemkot tidak bisa bekerja sendiri. Kami bersama TNI dan Polri serta tokoh masyarakat. Semua harus bersama-sama," tandasnya.
Dalam upaya jangka panjang, Pemkot juga menyiapkan berbagai program untuk mendorong kemandirian ekonomi dan pendidikan warga, terutama anak muda yang rentan terlibat konflik.
Appi menyampaikan bahwa anak yang belum masuk usia kerja akan difasilitasi melalui pendidikan informal agar mereka bisa mendapatkan ijazah dan akses pekerjaan.
Baca Juga : Dubes Finlandia Bahas Kerja Sama Infrastruktur Cerdas dengan Wali Kota Makassar
Bagi warga dewasa yang belum memiliki keterampilan, Pemkot akan menghadirkan pelatihan kerja langsung di wilayah tersebut.
"Pelatihan sebagai tukang cuci AC, tukang cuci motor, memperbaiki alat elektronik, hingga pelatihan usaha untuk mendukung UMKM. Kami sedang berusaha masuk ke wilayah Bapak-Ibu," ungkap Appi.
Namun ia mengakui, program ini terkendala karena beberapa tenaga pelatih takut memasuki wilayah yang dianggap belum sepenuhnya aman. Selain itu, ia menilai wilayah tersebut masih minim fasilitas pendidikan dan literasi.
Dalam kesempatan itu, Appi memastikan bahwa rumah warga yang terbakar akibat konflik tidak akan dibiarkan begitu saja dan akan dibantu oleh Pemerintah Kota.
"Pak camat, tolong dicatat, kami akan datang membantu mendirikan kembali rumah-rumah ini bersama seluruh unsur terkait," tuturnya.
Di akhir penyampaiannya, Appi menegaskan pentingnya ketegasan aparat dalam menindak pelaku yang merusak perdamaian.
"Saya sampaikan kepada semua pihak, tegakkan aturan terhadap para pelaku yang mencoreng perdamaian. Ini butuh ketegasan," tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menghentikan sikap merasa lebih hebat antar kelompok.
"Jangan ada lagi provokasi. Jangan ada kelompok merasa lebih baik dari yang lain," pinta Appi.
Ia meminta Satpol PP memaksimalkan operasi keamanan serta memastikan ronda dan pendekatan sosial dilakukan secara optimal. Pemkot, kata Appi, akan memberikan dukungan penuh bersama TNI-Polri.
"Ini tanggung jawab kita semua. Kita harus bekerja bersama. Kami akan terus berusaha memperbaiki keadaan. Tolong bantu kami memaksimalkan segala upaya yang ada," tutur Wali Kota.
Rencana Sekolah Baru di Wilayah Utara Makassar
Sebagai solusi lain, Pemerintah Kota Makassar berencana menghadirkan unit sekolah SMP baru di wilayah utara kota untuk menampung siswa dari Kelurahan Sapiria dan Bontoa, Kecamatan Tallo, demi memastikan anak-anak mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Munafri mengungkapkan bahwa rencana pembangunan SMP muncul setelah melihat minimnya fasilitas pendidikan di wilayah tersebut. Akibatnya banyak warga tidak memiliki pilihan sekolah yang dekat dan memadai.
"Rencananya SMP. Kita minta Dinas Pendidikan mencari lokasi yang tepat. Kita akan survei dulu karena di sana memang belum ada SMP. Akibatnya, anak-anak di sekitar situ tidak punya tempat untuk membangun ikatan atau bonding satu sama lain," terang Munafri.
Ia menekankan bahwa keberadaan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang interaksi sosial yang memperkuat hubungan antarwarga.
"Kalau ada sekolah atau tempat berinteraksi, otomatis kita akan saling melindungi. Itu yang coba kita bangun," tambahnya.
Disebutkan pula bahwa masih ada warga di wilayah tersebut yang bahkan tidak memiliki ijazah SMP karena sulitnya akses pendidikan selama ini.
Terkait waktu pembangunan, Pemkot memastikan tahapannya harus terencana. Tantangan terbesar adalah ketersediaan lahan.
"Pasti ada perencanaan dulu, apalagi kalau lahannya belum ada. Kita harus perjelas dulu opsi yang memungkinkan. Misalnya, mensupport sekolah swasta terdekat jika memungkinkan. Ada beberapa alternatif yang sedang kita kaji," jelasnya.
Pemkot akan menugaskan Sekretaris Daerah bersama Kepala Dinas Pendidikan untuk turun langsung melihat kondisi di lokasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat.
Komitmen Kepolisian dan TNI
Wakapolrestabes Makassar, AKBP Andi Erma Suryono, menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan, khususnya di wilayah yang terdampak bentrokan beberapa hari terakhir.
Ia menyebut seluruh personel kini berada dalam status siaga dan rutin melaksanakan patroli terpadu di titik-titik rawan.
"Kami terus mengawal situasi ini. Semua personel berada di lapangan, terutama melalui patroli rutin. Ketika ada potensi gangguan, kami langsung hadir memberikan rasa aman," ujar AKBP Andi Erma.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat dalam memulihkan kondisi pascabentrokan.
Andi memastikan bahwa proses hukum terhadap pelaku sudah berjalan. Beberapa di antaranya telah diamankan dan menjalani pemeriksaan.
"Saya yakin kita semua ingin hidup aman, nyaman, dan damai. Kepolisian berkomitmen menjaga keamanan kota ini, tetapi partisipasi masyarakat sangat menentukan," tutupnya.
Komandan Kodim 1408/Makassar, Letkol Kav Ino Dwi Setyo Darmawan, mengimbau masyarakat di wilayah timur Kota Makassar untuk menjaga kondusivitas dan tidak terpengaruh provokasi pihak-pihak tertentu.
Ia juga menyampaikan bahwa ada pihak dari luar yang diduga memicu ketegangan.
"Beberapa hari ini ada pihak-pihak dari luar yang sengaja ingin membuat keributan. Ini harus kita waspadai bersama," tegasnya.
Dandim meminta masyarakat segera melapor jika menemukan potensi gangguan agar aparat dapat bergerak cepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




