Jejakfakta.com - JAKARTA - Di antara 41 piagam penghargaan yang dibagikan, ada satu yang terasa khusus bagi Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, itu adalah kado kolektif dari seluruh warganya. Pada Jumat, 28 November 2025, di Jakarta, Kabupaten Pangkep secara resmi dianugerahi Penghargaan Kabupaten Sehat Swastisaba Kategori Wiwerda, sebuah pengakuan atas komitmen panjang yang tak hanya terukir dalam dokumen, tetapi dalam kehidupan sehari-hari.
Penghargaan yang diterima dari tangan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, itu bukan sekadar piala yang akan ditaruh di etalase. Bagi Bupati Yusran, ini adalah pengakuan atas kerja bareng yang telah lama digalang antara pak camat dan ibu-ibu PKK, antara petugas puskesmas dan kader posyandu, antara guru sekolah dan anak-anak yang diajari cuci tangan.

“Kesehatan bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga hasil kerja bersama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat,” tegas Menkes Budi, menyentuh tepat pada denyut nadi yang membuat Pangkep layak disebut “sehat”.
Baca Juga : Pangkep Urutan Keenam di MTQ ke-34 Sulsel, Loloskan Empat Wakil ke MTQ Nasional
Kata “Wiwerda” yang mungkin asing di telinga banyak orang, di Pangkep punya wajah yang nyata. Ia adalah wajah para kader kesehatan yang rutin mencatat berat badan balita, para bapak yang bersama membersihkan selokan, dan anak-anak muda yang memilih olahraga di taman ketimbang diam di rumah. Ini adalah tentang gaya hidup, dan itu dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan bersama-sama.
“Ini kesempatan bagi semua bupati dan warga Indonesia untuk membuat masyarakatnya lebih sehat, mulai dari aktivitas, makanan, dan gaya hidup,” tambah Menkes, mengingatkan bahwa kunci kesehatan sesungguhnya ada di dapur, di meja makan, dan di rutinitas harian setiap keluarga.

Baca Juga : 9 Peserta Kafilah Pangkep Lolos Final MTQ ke-34 Sulsel, Tilawah Remaja Andalkan Ma'rifah dan Ahyar
Bupati Yusran menyambut penghargaan ini bukan sebagai garis akhir, melainkan sebagai bahan bakar semangat. “Ini baru awal. Justru sekarang tanggung jawab kita lebih besar. Mari jadikan ini momentum untuk membangun Pangkep yang tidak hanya maju, tetapi juga benar-benar sehat dan berkelanjutan untuk anak-cucu kita,” ajaknya, penuh keyakinan.
Pada akhirnya, piagam yang dibawa pulang ke Pangkep itu adalah lebih dari sekadar tulisan di atas kertas. Ia adalah cerita tentang warga yang percaya bahwa sehat itu bisa diraih, asal dilakukan bersama-sama. Sebuah mahakarya kolaborasi yang patut dibanggakan, dari Pangkep untuk Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




