Jejakfakta.com, MAROS — Upaya digitalisasi pengendalian pembangunan kembali ditegaskan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Luwu Timur melalui kegiatan Updating dan Pendampingan Pengukuran Kinerja Berbasis Aplikasi e-Monev. Pelatihan ini digelar bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Sistem Informasi dan Manajemen (PPMSI) Indonesia di Grand Town Hotel, Maros, pada 6–7 November 2025.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber PPMSI Indonesia, Andi Erwing bersama tim, Ahmad Syaifuddin, untuk memperkuat kompetensi para admin aplikasi monev “Si Pede”—para kasubag perencana dan perencana ahli muda dari seluruh OPD Pemkab Luwu Timur.

Komitmen Digitalisasi Pengendalian Pembangunan
Baca Juga : Munafri Tegur OPD: Digitalisasi Pemkot Makassar Harus Berdampak Nyata, Jangan Hanya Seremoni
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala BAPPERIDA Luwu Timur, Drs. Dohri As’hari, yang menegaskan komitmen lembaganya dalam memperkuat sistem monitoring berbasis teknologi.
“BAPPERIDA terus berkomitmen mengembangkan sistem digital pengendalian pembangunan, yaitu aplikasi Si Pengendali Pede,” ujar Dohri dalam sambutannya.
“Aplikasi ini diharapkan dapat memantau, mengendalikan, dan mengevaluasi pembangunan daerah secara terpadu, cepat, dan akurat.”
Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Benteng Data Pribadi Warga, Antisipasi Ancaman Siber di Era Digital
Kolaborasi untuk Kualitas Data Monev yang Lebih Baik
Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Munadiah As’ad, menambahkan bahwa kualitas data monitoring dan evaluasi sangat bergantung pada kolaborasi lintas perangkat daerah.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi kita semua. Mari kita bekerja sama untuk meningkatkan kualitas dan akurasi data monev kita,” tegasnya.
Baca Juga : Antisipasi Krisis Air, Direksi PDAM Makassar Pantau Kesiapan Pompa Air Baku Sungai Moncongloe
Dukungan untuk Tata Kelola Pembangunan Berbasis Data
Melalui pendampingan ini, peserta diharapkan semakin mahir dalam mengoperasikan aplikasi e-Monev, sehingga proses evaluasi pembangunan di Luwu Timur dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan berbasis data yang valid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




