Jumat, 07 November 2025 10:37

Kepala UPTD PPA Lutim Hj. Shakira: Pelayanan Sosial Harus Menjangkau yang Tak Mampu Datang

Editor : Redaksi
Penulis : Erwin Ijarta
Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) turun langsung menembus pelosok untuk memastikan para lansia yang tidak mampu hadir karena kondisi kesehatan tetap mendapatkan hak pelayanan. @Jejakfakta/dok. Istimewa
Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) turun langsung menembus pelosok untuk memastikan para lansia yang tidak mampu hadir karena kondisi kesehatan tetap mendapatkan hak pelayanan. @Jejakfakta/dok. Istimewa

Lansia berusia 103 tahun turut dikunjungi; pemerintah pastikan pelayanan tidak hanya berhenti di pusat kegiatan.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR — Komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam melindungi kelompok rentan kembali ditegaskan oleh Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinsos P3A, Hj. Shakira, melalui layanan jemput bola bagi warga lanjut usia di wilayah terpencil, Kamis (6/11/2025).

Tidak berhenti pada kegiatan terpusat di Kantor Camat Wotu dan Aula Desa Madani, Hj. Shakira memimpin langsung tim turun ke rumah-rumah lansia yang secara fisik tidak memungkinkan untuk hadir. Langkah ini menunjukkan bahwa pelayanan sosial tidak boleh bersifat administratif semata, tetapi harus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Salah satu lansia yang dikunjungi adalah Hani (103), warga Desa Lera, yang kini hanya bisa terbaring di rumah sederhana bersama anaknya. Di usianya yang lebih dari satu abad, kehadiran pemerintah menjadi penguat moral tersendiri.

Baca Juga : Harumkan Luwu Timur, BKB HI Ananda Desa Nuha Sabet Juara 1 Tingkat Sulsel

“Terima kasih sudah datang melihat kami orang tua seperti ini,” ucap Hani dengan suara lirih namun penuh haru.

Menurut Hj. Shakira, kehadiran negara tidak boleh terhalang oleh jarak maupun kondisi geografis.

“Jarak tidak boleh menjadi alasan berhentinya pelayanan. Selama masih ada lansia yang membutuhkan perhatian dan bantuan, kami akan hadir langsung. Ini adalah bentuk tanggung jawab dan komitmen kami,” tegas Hj. Shakira.

Baca Juga : Dikukuhkan Bupati Irwan, Paskibraka Lutim Siap Kibarkan Merah Putih di HUT RI ke-81

Kunjungan dilanjutkan ke rumah Marhuma (75), warga pelosok Wotu yang tinggal bersama adiknya. Kondisi kesehatannya yang tidak lagi mampu berjalan membuat layanan jemput bola menjadi satu-satunya cara agar ia tetap memperoleh hak sebagai penerima manfaat Program Kartu Lansia.

“Saya berterima kasih kepada pak bupati dan wakil bupati atas perhatiannya. Sehat ki selalu,” ujar Marhuma dengan wajah sumringah.

Hj. Shakira menegaskan bahwa Program Kartu Lansia bukan sekadar bantuan material, melainkan wujud kepedulian pemerintah terhadap martabat dan kesejahteraan warga lanjut usia, khususnya mereka yang hidup dalam keterbatasan dan jauh dari pusat layanan.

Baca Juga : UDG ke-X Luwu Timur Resmi Dibuka, Wabup Puspawati Tekankan Kerukunan dan Sportivitas Peserta

Langkah jemput bola yang dipimpin langsung oleh Kepala UPTD PPA ini menjadi cerminan bahwa pelayanan sosial di Luwu Timur dijalankan dengan pendekatan empati, memastikan tidak ada lansia yang terabaikan hanya karena usia, kondisi fisik, atau tempat tinggal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Dinsos Luwu Timur #layanan lansia #kartu lansia #pelayanan sosial #Wotu #Kabupaten Luwu Timur #jemput bola lansia #Bantuan Lansia #Hj. Shakira
Youtube Jejakfakta.com