Ahad, 28 Desember 2025 20:39

Cuaca Ekstrem Mengintai, BPBD Makassar Perkuat Patroli Laut dan Peringatan Dini

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat di wilayah Kota Makassar, baik di daratan maupun perairan laut. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat di wilayah Kota Makassar, baik di daratan maupun perairan laut. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Rilis resmi BMKG, sebanyak 12 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan berpotensi mengalami curah hujan tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat di wilayah Kota Makassar, baik di daratan maupun perairan laut.

Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, menuturkan bahwa sebagai langkah antisipatif, BPBD Kota Makassar secara aktif melakukan patroli laut sekaligus menyampaikan imbauan serta peringatan dini kepada masyarakat terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan.

“Kami juga melakukan patroli laut dan siaga menyampaikan imbauan, khususnya kepada nelayan, pelaku wisata bahari, pengguna transportasi laut, serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir. Petugas BPBD tetap siaga di kawasan pesisir,” jelas Muhammad Fadli, Minggu (28/12/2025).

Baca Juga : Siaga El Nino, BPBD Gowa Perkuat Koordinasi Cegah Krisis Air hingga Karhutla

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan informasi cuaca terbaru, wilayah perairan Selat Makassar berpotensi mengalami kondisi cuaca ekstrem yang cukup berisiko.

Potensi tersebut meliputi angin kencang dengan kecepatan hingga ±14 knot serta gelombang laut tinggi yang dapat mencapai ±3 meter.

“Kondisi cuaca ini sangat berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa serta sarana pelayaran,” ujarnya.

Baca Juga : Makassar Siaga Bencana: Munafri–Aliyah Dorong Kolaborasi Total, Dari Anak-anak hingga Komunitas Jadi Garda Terdepan

Oleh karena itu, BPBD mengimbau seluruh masyarakat, khususnya nelayan, pelaku wisata bahari, dan pengguna jasa transportasi laut, untuk sementara waktu menghindari aktivitas di wilayah perairan.

BPBD Kota Makassar juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri untuk melaut maupun melakukan kegiatan wisata perairan selama cuaca ekstrem berlangsung.

Selain itu, warga pesisir diminta untuk mengamankan perahu, kapal kecil, serta perlengkapan melaut lainnya guna menghindari kerusakan akibat gelombang tinggi dan angin kencang.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Pimpin Apel Siaga di HKBN 2026, BPBD Luncurkan Program SALAMA untuk Edukasi Anak

“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi dari instansi terkait serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan situasi darurat, BPBD Kota Makassar telah menyiapkan dua unit perahu karet rescue standar BPBD yang siap digunakan untuk operasi penyelamatan dan evakuasi apabila dibutuhkan.

BPBD Kota Makassar juga membuka layanan darurat dan pengaduan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kondisi darurat akibat cuaca ekstrem.

Baca Juga : Cegah Banjir Sejak Dini, Tim Gabungan Bersihkan Sampah Kanal Karuwisi–Pettarani

Layanan tersebut dapat diakses melalui nomor darurat 112, aplikasi Lontara+, serta layanan BPBD Kota Makassar di nomor 0815 5112 1112.

“Pemerintah Kota Makassar mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengutamakan keselamatan, serta bersama-sama mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi,” pungkasnya.

Diketahui, berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 12 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan berpotensi mengalami curah hujan tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga : Air Bah Sungai Kalimborang Terjang Maros, Dua Wisatawan Hilang Terseret Arus

Daerah tersebut meliputi Kabupaten Bantaeng, Barru, Bone, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Maros, Pangkep, Sinjai, Soppeng, Takalar, serta Kota Makassar.

Sebagian wilayah tersebut telah masuk kategori waspada, siaga, hingga awas, sehingga memerlukan perhatian serta langkah antisipasi yang serius.

Kondisi cuaca ekstrem ini dinilai rawan memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah aliran sungai.

Oleh karena itu, daerah yang berstatus siaga diharapkan meningkatkan kewaspadaan, baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat.

Kesiapsiagaan dini, koordinasi lintas sektor, serta peningkatan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Cuaca ekstrem #BPBD Makassar #patroli laut BPBD #peringatan dini cuaca #gelombang tinggi #BMKG Sulsel #Bencana Hidrometeorologi
Youtube Jejakfakta.com