Senin, 05 Januari 2026 08:29

BPBD Kota Makassar Selamatkan 13 Warga Terjebak Banjir Bandang di Air Terjun Jeneberang

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Tim BPBD Kota Makassar melakukan operasi penyelamatan terhadap para korban terjebak banjir bandang di kawasan wisata alam Air Terjun Barayya, Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa, Minggu (4/1/2026) malam. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Tim BPBD Kota Makassar melakukan operasi penyelamatan terhadap para korban terjebak banjir bandang di kawasan wisata alam Air Terjun Barayya, Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa, Minggu (4/1/2026) malam. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Fadli Tahar turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melakukan aktivitas wisata alam, khususnya di musim penghujan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Sungai Jeneberang berubah menjadi ancaman dalam hitungan menit.

Air bah datang secara tiba-tiba, memutus jalur penyeberangan dan menjebak 13 warga Kota Makassar di kawasan wisata alam Air Terjun Jeneberang, Kabupaten Gowa.

Mendapat laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bergerak cepat melakukan operasi penyelamatan terhadap para korban.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Kerahkan BPBD Makassar, Gabung Tim Perkuat Operasi SAR Cari Pesawat ATR 42-500 Hilang

“Mereka terjebak banjir bandang di kawasan wisata alam Air Terjun Barayya, Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa,” jelas Kepala BPBD Kota Makassar, Dr. Fadli Tahar, Minggu (4/1/2026) malam.

Diketahui, cuaca ekstrem kembali memicu kejadian darurat di kawasan wisata alam tersebut. Di tengah medan terjal, arus sungai yang deras, serta kondisi cahaya yang mulai redup, harapan keselamatan sangat bergantung pada kecepatan dan keberanian tim penyelamat BPBD.

Peristiwa bermula saat rombongan pendaki asal Kota Makassar bersama komunitasnya melakukan aktivitas wisata alam dengan menjelajahi kawasan Air Terjun Jeneberang. Namun di tengah perjalanan, hujan deras mengguyur wilayah hulu sungai.

Baca Juga : Hadapi Potensi Bencana, Pemkot Makassar Siapkan Status Siaga Darurat

Air bah pun datang mendadak, menyebabkan debit Sungai Jeneberang meningkat drastis dan memutus jalur penyeberangan yang dilalui rombongan.

Akibatnya, 13 orang terjebak di lokasi sejak Sabtu (3/1/2026) dan tidak mampu melintasi sungai karena arus yang sangat deras dan berbahaya. Para korban terpaksa bertahan di dataran yang lebih tinggi sambil menunggu bantuan.

Meski lokasi kejadian berada di luar wilayah administratif Kota Makassar, BPBD Makassar tetap bergerak cepat setelah menerima informasi adanya warga Makassar yang terjebak.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Tinjau Dua Titik Pengungsian Banjir di Biringkanaya, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Tim evakuasi langsung diterjunkan dengan membawa ambulans serta perlengkapan penyelamatan lengkap. Operasi evakuasi berlangsung dalam kondisi yang sangat menantang.

Selain hujan yang masih turun, keterbatasan pencahayaan menjelang sore hari, medan terjal, serta arus sungai yang kuat meningkatkan risiko bagi tim penyelamat maupun korban.

Fadli menuturkan, BPBD Kota Makassar mengerahkan berbagai peralatan pendukung, di antaranya peralatan mountaineering, life jacket, peralatan medis, perlengkapan rescue, serta peralatan pendukung lainnya.

Baca Juga : BPBD Makassar Siaga 24 Jam, Puluhan Warga Katimbang Mengungsi Saat Malam Akibat Luapan Air

Selain itu, jaket penghangat dan makanan darurat juga disiapkan guna menjaga kondisi fisik dan psikologis para korban selama proses penyelamatan.

“Satu per satu korban berhasil dijangkau menggunakan teknik evakuasi khusus,” tuturnya.

Seluruh korban yang terdiri dari lima perempuan dan delapan laki-laki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Setelah dievakuasi, para korban langsung dibawa menggunakan ambulans dan kendaraan operasional BPBD menuju Kota Makassar untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Baca Juga : Setiap Musim Hujan Katimbang dan Paccerakkang Langganan Banjir, Munafri Siapkan Solusi Permanen

Fadli Tahar menegaskan bahwa keselamatan warga merupakan tanggung jawab moral dan kemanusiaan yang tidak mengenal batas wilayah.

“Semua yang kami evakuasi adalah warga Kota Makassar. Di mana pun mereka berada, keselamatan mereka adalah tanggung jawab kami. Medan sangat berat dan berisiko, namun hal tersebut tidak boleh menghalangi tugas kemanusiaan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa BPBD Makassar tidak hanya fokus pada proses evakuasi, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi.

“Ambulans kami siagakan, jaket penghangat dan makanan kami berikan agar kondisi fisik dan psikologis korban tetap terjaga,” jelasnya.

Fadli Tahar turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melakukan aktivitas wisata alam, khususnya di musim penghujan. Menurutnya, potensi banjir bandang di kawasan sungai dan air terjun dapat terjadi secara tiba-tiba dan sulit diprediksi.

Keberhasilan operasi penyelamatan ini kembali menegaskan kehadiran BPBD Kota Makassar bukan sekadar sebagai institusi penanggulangan bencana, melainkan sebagai pelindung dan penanggung jawab keselamatan warganya.

BPBD Makassar hadir bekerja dalam senyap, menembus batas wilayah administratif, dan mempertaruhkan keselamatan demi menyelamatkan nyawa.

“Keselamatan warga adalah amanah, dan BPBD Kota Makassar berkomitmen mendahulukan penyelamatan kemanusiaan,” tutupnya.

Adapun 13 warga yang diselamatkan BPBD yakni Faisal, Anis, Rini, Dini, Sety, Titi, Ahmad, Tini, Dayat, Ikram, Ikhsan, Edo, dan Ical.

Sebelumnya, respons cepat dan kesiapsiagaan BPBD Kota Makassar juga membuahkan hasil positif. Lima nelayan yang sempat terombang-ambing di perairan Barrang Lompoa akibat kerusakan mesin kapal berhasil dievakuasi dengan selamat oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Makassar pada Kamis (1/1/2026) malam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#BPBD Makassar #Banjir bandang #Air Terjun Jeneberang #Evakuasi Warga #Bencana Alam #Wisata Alam #BPBD Sulawesi Selatan #penyelamatan banjir
Youtube Jejakfakta.com