Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, bersama Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil dan ibu menyusui di Kecamatan Manggala, Jumat (30/1/2026).
Kunjungan lapangan ini bertujuan memastikan program prioritas nasional ini benar-benar berjalan hingga tingkat rumah tangga. Rombongan mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan rumah warga penerima manfaat MBG, termasuk ibu hamil Sahria dan ibu menyusui Sucitra, untuk melihat dampak program secara langsung.

Dalam kesempatan tersebut, Isyana menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan oleh kader KB, agar edukasi gizi menyentuh seluruh anggota keluarga. “Kader akan mengomunikasikan makanan yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil agar asupan gizi terjaga,” ujar Isyana.
Baca Juga : Jelang Kedatangan 32 Duta Besar, Wali Kota Ajak APINDO Jadi Motor Gerakan Lingkungan di Makassar
Program MBG, menurut Isyana, tidak hanya menyasar anak usia sekolah, tetapi juga kelompok 3B: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Fokus pada fase 1.000 hari pertama kehidupan ini sangat penting sebagai periode emas untuk tumbuh kembang anak sekaligus pencegahan stunting.
Setiap penerima MBG mendapatkan makanan bergizi sesuai standar, dengan mekanisme distribusi melalui SPPG dan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Peran TPK juga meliputi edukasi gizi, kebiasaan makan sehat, dan komunikasi dua arah untuk menyesuaikan menu jika ada pantangan makanan.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmen pemerintah kota untuk mengawal program MBG agar tepat sasaran, berkelanjutan, dan sesuai standar gizi. “Program unggulan ini akan terus dikawal oleh seluruh lapisan pemerintah agar makan bergizi gratis sampai ke sasaran,” tegas Munafri.
Baca Juga : Uni Eropa Kepincut Makassar, Munafri Dorong Kota Daeng Jadi Magnet Investasi Indonesia Timur
Peninjauan langsung ini menjadi bagian dari evaluasi untuk memastikan cakupan penerima MBG terus diperluas, sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




