Jejakfakta.com, MAKASSAR — Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah Kecamatan Mariso menjadi potret penataan kota yang berjalan tanpa konflik. Sebanyak 96 lapak yang berdiri di atas trotoar, drainase, dan pinggir jalan berhasil ditertibkan secara tertib dan kondusif.
Menariknya, di antara para pedagang terdapat warga yang telah berjualan hampir 50 tahun di atas fasilitas umum. Namun, ia memilih membongkar lapaknya secara mandiri. Sikap kooperatif ini menjadi simbol bahwa dialog dan pendekatan humanis mampu menghadirkan solusi tanpa gesekan.

Penertiban menyasar tiga kelurahan, yakni Kelurahan Mattoanging (41 lapak), Kelurahan Tamarunang (36 lapak), dan Kelurahan Bontorannu (19 lapak). Total 96 lapak dibongkar demi mengembalikan fungsi trotoar dan drainase yang selama ini terhalang.
Baca Juga : Lari, Gowes, hingga Lapor Jalan Rusak Bisa Dapat Hadiah dari Pemkot Makassar
Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja Kota Makassar, Muhammad Ari Fadli, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar penegakan aturan, tetapi bagian dari upaya menciptakan kawasan yang lebih tertib, aman, dan nyaman.
“Penertiban ini bukan semata tindakan represif, melainkan upaya penataan agar fasilitas umum dapat kembali dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Senada dengan itu, Camat Mariso, Andi Syahrir Mappatoba, menjelaskan bahwa penertiban dilakukan setelah melalui tahapan prosedural, termasuk tiga kali teguran lisan dan tertulis. Bahkan pedagang telah diberikan waktu 1x24 jam untuk melakukan pembongkaran mandiri.
Baca Juga : Lantik 167 PNS Makassar, Munafri Tekankan ASN Baru Harus Kerja Nyata Bukan Cari Aman
Operasi yang dimulai usai salat Ashar di Jalan Dahlia (depan Kompleks Pesona) ini melibatkan unsur lintas sektor. Hadir mendampingi seluruh lurah se-Kecamatan Mariso, RT/RW setempat, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa dari tiga kelurahan terdampak.
Kehadiran aparat TNI-Polri bersama tokoh masyarakat memastikan proses berjalan aman tanpa perlawanan. Pemerintah juga menyiapkan solusi lokasi khusus bagi para pedagang agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.
Penertiban ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menjaga ketertiban umum dan memperindah tata ruang kota. Pendekatan persuasif yang mengedepankan empati diharapkan menjadi model penataan kawasan lainnya di Makassar.
Baca Juga : Kecamatan Ujung Pandang Gerak Cepat Bersihkan Sampah di Pantai Losari Makassar
Dengan kolaborasi dan komunikasi yang baik, penataan fasilitas umum di Mariso membuktikan bahwa pembangunan kota dapat berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat—tanpa konflik, tanpa kekerasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




