Jejakfakta.com, PINRANG – Merespons pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), seorang pendidik dari MAN Pinrang, Reni, S.Pd., M.Pd., membuktikan bahwa keterbatasan jarak bukanlah penghalang untuk menguasai teknologi kelas dunia. Ia baru saja menyelesaikan program Gemini Academy: Guru Madrasah Indonesia Batch 1, sebuah kolaborasi antara Edutech Madrasah, Google for Education Indonesia, serta komunitas GEG (Google Educator Group) Jakarta Timur, Pasuruan, dan Palembang.
Perjalanan Reni meraih predikat Pendidik Tersertifikasi Gemini merupakan pengalaman yang intens sekaligus membuka wawasan. Sejak akhir Februari hingga awal Maret 2026, ia mengikuti rangkaian pelatihan daring yang padat. Tidak hanya sekadar menyimak materi, Reni juga ditantang melakukan praktik langsung serta menyelesaikan berbagai tugas kompleks yang menuntut kreativitas tinggi.

Salah satu momen paling berkesan baginya adalah saat mengeksplorasi NotebookLM. Ia merasakan secara langsung bagaimana teknologi tersebut mampu mengubah cara kerja guru menjadi lebih efektif. Dengan sekali unggah materi, beragam bentuk bahan ajar yang variatif dapat dihasilkan secara instan—sebuah inovasi yang sangat menginspirasi bagi para guru madrasah dalam mempersiapkan materi pembelajaran berkualitas.
Pencapaian ini mendapat apresiasi dari pimpinan madrasah. Kepala MAN Pinrang, Ansyar, menyatakan rasa bangganya atas dedikasi yang ditunjukkan oleh Reni dalam mengadopsi teknologi terbaru.
“Peningkatan kompetensi semacam ini tentu sangat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan berdampak langsung pada hasil belajar siswa di sekolah,” ujarnya.
Puncak dari perjuangan Reni terjadi pada kurun waktu 1 hingga 7 Maret 2026, saat ia harus menuntaskan Tes Sertifikasi Global Gemini. Ujian tersebut menjadi standar untuk membuktikan apakah seorang pendidik benar-benar mampu mengintegrasikan teknologi AI Google di lingkungan pendidikan secara efektif. Dengan dedikasi tinggi, Reni berhasil melewati ambang batas kompetensi dan kini resmi menyandang sertifikasi yang berlaku hingga tiga tahun ke depan.
Baca Juga : Fantastis! 31 Siswa MAN Pinrang Tembus PTN Favorit Tanpa Tes, Bukti Madrasah Kian Kompetitif
Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian prestisius, tetapi juga menjadi tanggung jawab moral untuk membawa perubahan nyata di MAN Pinrang. Secara pribadi, Reni berkomitmen memaksimalkan seluruh fungsi Gemini AI guna memodernisasi cara siswa belajar agar lebih interaktif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Lebih jauh lagi, ia berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi rekan-rekan guru di madrasah untuk terus mengeksplorasi berbagai platform digital. Reni juga memimpikan adanya tindak lanjut berupa kerja sama strategis antara pihak madrasah dengan Google for Education Indonesia, sehingga ekosistem pembelajaran digital di madrasah dapat berkembang semakin kuat dan berkelanjutan.
“Yuk, menjadi guru berdaya dengan memanfaatkan fitur Gemini,” ajaknya dengan penuh semangat kepada rekan-rekan guru lainnya untuk terus berinovasi demi masa depan pendidikan.
Baca Juga : Bukan Kampanye Nikah Muda, KUA Paleteang Justru “Rem” Siswa MAN Pinrang Lewat Program MOST
Dengan kehadiran guru-guru seperti Reni, wajah pendidikan madrasah di masa depan diyakini akan semakin cerah, kompetitif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




