Jejakfakta.com, GOWA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) meluncurkan Program Gowa Berhaji, Gowa Berkah pada Festival Ramadan Hati Damai yang berlangsung di Zona A RTH Syekh Yusuf, Rabu (11/3/2026).
Program ini dihadirkan sebagai upaya memberikan kemudahan layanan keuangan syariah, khususnya dalam perencanaan ibadah haji bagi masyarakat.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan pemerintah daerah terus membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah, termasuk dalam penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan literasi keuangan syariah.
Baca Juga : Hari Koperasi Ke-79, Pemkab Gowa Tegaskan Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
“Masyarakat diberikan kesempatan untuk merencanakan ibadah haji melalui tabungan haji maupun investasi emas di BSI. Bagi yang ingin berhaji, mari kita luangkan waktu dan rezeki untuk mewujudkannya. Melalui program ini, bahkan para pelaku UMKM juga memiliki kesempatan merencanakan keberangkatan haji mereka,” ungkapnya.
Bupati Talenrang menyampaikan jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Gowa mencapai 1.451 orang, bahkan menjadi yang tertinggi di Sulawesi Selatan. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat Gowa dalam menunaikan ibadah haji.
“Ini membuktikan masyarakat Gowa memiliki semangat religius yang tinggi. Mari kita manfaatkan program ini untuk menuju Baitullah yang menjadi cita-cita sebagian besar masyarakat Islam,” tambahnya.
Baca Juga : Argentina Comeback Dramatis di Pildun 2026, Wabup Gowa Rayakan Kemenangan Bersama Warga di Kodim
Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Gowa ini juga menyampaikan bahwa Festival Ramadan Hati Damai menjadi salah satu kegiatan yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahun. Tenant UMKM yang hadir dinilai semakin modern dan tertata dengan baik serta menghadirkan beragam pilihan kuliner bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada BSI yang telah membersamai pemerintah daerah dalam membantu para pelaku UMKM agar dapat meningkatkan pendapatan mereka. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat, khususnya pelaku UMKM, sangat tinggi dalam memanfaatkan berbagai peluang yang dihadirkan melalui kegiatan ini,” jelasnya.
Sementara itu, Deputi Founding Region Makassar BSI, Tengku Chandra Husnadi, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Gowa yang telah menggandeng BSI sebagai mitra dalam memberikan layanan terbaik bagi calon jemaah haji.
Baca Juga : Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Mesin Ekonomi Baru, Wabup Gowa Dorong UMKM Lokal Ikut Panen Cuan
“Kami berterima kasih kepada Pemkab Gowa yang telah mempercayakan BSI sebagai mitra dalam kegiatan Gowa Berhaji. Sinergi ini merupakan bentuk kolaborasi nyata dalam memberikan edukasi dan literasi keuangan syariah serta pendampingan kepada masyarakat dalam merencanakan ibadah haji dengan lebih matang,” katanya.
Ia menyebutkan Kabupaten Gowa sebagai daerah religius memiliki antusiasme tinggi terhadap ibadah haji. Namun saat ini waktu tunggu keberangkatan haji rata-rata mencapai sekitar 26 tahun.
Berdasarkan data BSI, jumlah waiting list haji melalui BSI di Kabupaten Gowa mencapai sekitar 8.155 orang, atau 34,6 persen dari total 23.561 calon jemaah haji di daerah tersebut.
Baca Juga : 90 Anak Gowa Berangkat ke Sekolah Rakyat, Peluang Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan
“Karena itu kami menyambut baik inisiatif Pemkab Gowa menghadirkan program Gowa Berhaji sebagai solusi dan ikhtiar bersama untuk mendekatkan masyarakat Gowa dari berbagai usia agar dapat merencanakan perjalanan ke Baitullah,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan bedah rumah bagi masyarakat miskin ekstrem senilai Rp93,3 juta, dilanjutkan dengan pengundian doorprize umrah dan tabungan emas, serta peninjauan tenant UMKM.
Turut hadir Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa serta sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




