Jejakfakta.com - PANGKEP - Sebanyak 74 guru dari 94 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta di Kabupaten Pangkep mengikuti pelatihan guru bidang studi matematika yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi numerasi siswa.
Ketua Panitia, H. Alimuddin, mengatakan pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang akan melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA). “Sehingga, kita sangat berharap hasil tes kemampuan akademik siswa SMP di Pangkep bisa meningkat,” ujarnya.

Ia juga berharap para guru mampu melahirkan inovasi dalam proses pembelajaran, agar siswa lebih tertarik dan menyenangi pelajaran matematika. Alimuddin menyebutkan bahwa sesuai arahan Bupati Pangkep, ke depan pelatihan juga akan mencakup bidang studi Bahasa Indonesia karena TKA mencakup dua mata pelajaran utama, yakni matematika dan Bahasa Indonesia. “Namun karena keterbatasan anggaran tahun ini, pelatihan baru difokuskan pada bidang studi matematika,” jelasnya.
Baca Juga : Bupati Pangkep Silaturahmi ke Kodaeral VI Hasanuddin, Bahas Sinergi Pembangunan Kepulauan
Pelatihan dibuka langsung oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep, Nurul Haq.
Dalam sambutannya, Bupati Yusran menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya kompetensi numerasi siswa. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam metode pembelajaran agar siswa lebih tertarik terhadap matematika serta mampu meningkatkan hasil TKA.
“Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Pangkep. Kami berharap para guru mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan, sehingga minat siswa terhadap matematika meningkat dan berdampak pada hasil Tes Kemampuan Akademik yang lebih baik,” ujar Yusran.
Baca Juga : Pangkep Pertahankan Opini WTP ke-15 Kali, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan Daerah
Dari total 94 sekolah, terdapat 74 peserta yang mengikuti pelatihan. Beberapa sekolah tidak berpartisipasi karena jumlah peserta didik yang sedikit serta keterbatasan anggaran. Ke depan, mata pelajaran matematika juga direncanakan akan diperlombakan untuk semakin mendorong minat dan kemampuan siswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




