Rabu, 01 April 2026 09:19

Menaker: Industri Kreatif Jadi Laboratorium Pengembangan Program Magang Nasional

Editor : Editor JF
Industri kreatif dinilai Menaker Yassierli dapat menjadi “laboratorium” untuk memperkaya model Program Magang Nasional (MagangHub) di luar sektor konvensional. @jejakfaktacom/Humas Kemnaker
Industri kreatif dinilai Menaker Yassierli dapat menjadi “laboratorium” untuk memperkaya model Program Magang Nasional (MagangHub) di luar sektor konvensional. @jejakfaktacom/Humas Kemnaker

Industri kreatif memiliki karakter khas karena menuntut adaptasi, kreativitas, kolaborasi, dan ketepatan eksekusi.

Jejakfakta.com - SEMARANG - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebut industri kreatif dapat menjadi laboratorium bagi pengembangan Program Magang Nasional (MagangHub). Sektor ini dinilai memberi ruang pembelajaran kerja yang berbeda sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja dari sektor ekonomi baru yang terus tumbuh.

Hal itu disampaikan Menaker saat meninjau pelaksanaan program magang di PT Rasa Kreasi Karya (Tandhok Space) , Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). Menaker mengatakan, peninjauan ke sektor industri kreatif dilakukan untuk melihat secara langsung model pembelajaran kerja yang dapat memberi pengalaman, keterampilan, dan kesiapan kerja bagi peserta magang.

“Kami memilih lokasi ini karena melihat ada perusahaan rintisan berbasis ekonomi kreatif yang unik. Kami ingin memastikan pelaksanaan magang nasional ini benar-benar memberikan pengalaman dan peningkatan kompetensi bagi peserta,” ujar Menaker.

Baca Juga : Magang Nasional Batch I Ditutup, Kemnaker Perkuat Sertifikasi Kompetensi dan Akses Kerja

Menurut Menaker, industri kreatif memiliki karakter khas karena menuntut adaptasi, kreativitas, kolaborasi, dan ketepatan eksekusi. Karena itu, sektor ini dapat menjadi ruang pembelajaran yang baik untuk menguji dan memperkaya model pelaksanaan magang nasional di luar sektor konvensional.

Dalam kunjungan tersebut, Menaker juga berdialog langsung dengan peserta dan mentor MagangHub untuk memastikan bahwa program berjalan tidak sekadar formalitas administratif. Program magang dirancang agar peserta memperoleh pengalaman kerja selama enam bulan melalui pendampingan mentor, serta pencatatan aktivitas pembelajaran harian sebagai bagian dari evaluasi perkembangan kompetensi.

“Sasaran utama magang adalah penyiapan tenaga kerja agar siap bekerja. Sebelum magang, banyak peserta merupakan fresh graduate tanpa pengalaman. Setelah enam bulan, mereka memiliki pengalaman kerja dan sertifikat magang sehingga kompetensinya meningkat,” ujar Menaker.

Baca Juga : Menaker: Perluasan Jaminan Sosial Harus Menjangkau Pekerja Informal

Menaker mengungkapkan bahwa dalam praktiknya, tidak sedikit perusahaan yang akhirnya merekrut peserta magang setelah melihat kemampuan dan kontribusi mereka selama program berlangsung. “Itu memang bukan tujuan utama, tetapi menjadi dampak positif dari program ini,” pungkasnya.

Adapun mitra penyelenggara pemagangan nasional di Jawa Tengah sebanyak 700 mitra dengan peserta magang mencapai 8.518 orang. Sedangkan di Kota Semarang, jumlah mitra penyelenggara sebanyak 153 mitra dengan peserta magang mencapai 1.687 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Menteri Ketenagakerjaan #industri kreatif #Menaker #magang
Youtube Jejakfakta.com