Rabu, 01 April 2026 16:51

Gerak Cepat Gowa Tekan Zero Dose: Data Akurat, Layanan Jemput Bola, dan Kolaborasi Jadi Kunci

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat memberikan sambutan pada kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional yang digelar di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu (1/4/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Gowa
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat memberikan sambutan pada kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional yang digelar di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu (1/4/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Gowa

Pemerintah Kabupaten Gowa mempercepat penanganan anak zero dose (belum mendapat imunisasi dasar) dengan strategi berbasis data presisi dan kolaborasi lintas sektor.

Jejakfakta.com, GOWA – Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Gowa dalam meningkatkan kesehatan anak kembali ditegaskan melalui kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional yang digelar di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu (1/4/2026).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menekankan bahwa keberhasilan intervensi penurunan zero dose sangat bergantung pada akurasi data sasaran. Menurutnya, kebijakan yang tepat hanya bisa lahir dari basis data yang valid dan terbarukan.

“Intervensi penurunan zero dose harus dimulai dari validitas data. Tanpa basis data yang presisi, kebijakan tidak akan tepat sasaran,” tegasnya.

Baca Juga : Tiga Ruas Jalan di Tinggimoncong Segera Diaspal, Bupati Gowa Bidik Pertanian dan Wisata Malino Makin Berkembang

Ia juga mendorong transformasi pola layanan kesehatan menjadi lebih proaktif. Puskesmas dan tenaga kesehatan diminta tidak menunggu, melainkan aktif menjangkau masyarakat hingga ke lapisan terbawah, terutama kelompok rentan di wilayah dengan akses terbatas.

“Layanan tidak boleh bersifat pasif. Tenaga kesehatan harus hadir langsung di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Selain itu, peran kecamatan, desa, dan kelurahan diperkuat sebagai garda monitoring wilayah. Dukungan kader posyandu dan PKK juga menjadi ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan, terutama dalam melawan hoaks terkait imunisasi.

Baca Juga : Penerima Bantuan Pangan di Bontomarannu Naik Tajam, Pemkab Gowa Kawal Validasi Data Warga

Dalam perspektif jangka panjang, penanganan zero dose dinilai sebagai investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Upaya ini tidak hanya menekan risiko penyakit menular, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Penurunan zero dose adalah kerja sistemik. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor yang konsisten agar capaian kesehatan anak meningkat secara terukur,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak valid terkait vaksin. Ia juga mendorong seluruh elemen pemerintah daerah untuk bersinergi demi mencapai target yang telah ditetapkan.

Baca Juga : Wabup Gowa Soroti Titik Rawan Korupsi PBJ, Tegaskan Pengawasan Ketat Pengadaan Pemerintah

“Masyarakat tidak perlu ragu terhadap vaksin. Jangan mudah percaya informasi yang tidak benar. Kita butuh kerja bersama agar target intervensi tercapai,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Gowa, Abdul Haris Usman, mengungkapkan bahwa program ini menyasar 5.787 anak dengan target awal 50 persen atau sekitar 2.894 anak dalam dua minggu pertama pelaksanaan.

“Pelaksanaan dimulai hari ini hingga 7 April, kemudian dilanjutkan tahap monitoring nasional pada 7 sampai 9 April,” jelasnya.

Baca Juga : Pemkab Gowa dan Baznas Intervensi KME, Asmawati Dapat Bedah Rumah hingga Bantuan ZMart

Ia menambahkan, tantangan utama masih pada persepsi sebagian orang tua terhadap imunisasi. Karena itu, pendekatan edukasi terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Penjangkauan dilakukan secara aktif dengan sistem by name by address, melibatkan camat, pemerintah desa dan kelurahan, puskesmas, serta kader PKK untuk memastikan seluruh sasaran terlayani secara efektif.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Bidang Kesehatan dan Lingkungan PKK Pusat, Safriati Safrizal, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah, serta jajaran SKPD dan unsur masyarakat se-Kabupaten Gowa. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#pemkab gowa #Zero Dose #Imunisasi anak #Husniah Talenrang #Program imunisasi nasional #kesehatan anak #Sulawesi Selatan #Dinas Kesehatan Gowa #Vaksin anak Indonesia #Penurunan zero dose #PKK Gowa
Youtube Jejakfakta.com