Jejakfakta.com, GOWA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mulai memprioritaskan peningkatan infrastruktur di wilayah dataran tinggi Tinggimoncong sebagai langkah memperkuat sektor pertanian dan pariwisata.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, meninjau langsung rencana pengaspalan tiga ruas jalan di Kecamatan Tinggimoncong, Sabtu (23/5), yang dinilai strategis untuk mendukung konektivitas masyarakat hingga akses wisata di kawasan Malino.

Peninjauan tersebut meliputi Jalan Pendidikan, Jalan Parangbugisi di Kelurahan Bulutana, dan Jalan Lembanna di Kelurahan Pattapang.
Baca Juga : Penerima Bantuan Pangan di Bontomarannu Naik Tajam, Pemkab Gowa Kawal Validasi Data Warga
Menurut Husniah Talenrang, Tinggimoncong memiliki potensi besar yang harus ditopang dengan infrastruktur memadai agar sektor unggulan daerah dapat berkembang maksimal.
“Tinggimoncong ini, khususnya Malino, punya wilayah pertanian yang luas dan potensi pariwisata yang sangat bagus untuk dikembangkan. Untuk bisa memperbanyak orang datang ke sini, infrastrukturnya harus diperbaiki,” ujarnya.
Pada titik pertama, Bupati Gowa meninjau Jalan Pendidikan yang akan menjadi akses alternatif menuju kawasan wisata Pinus Malino. Ruas jalan sepanjang 832 meter tersebut diyakini mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Malino.
Baca Juga : Pemkot Makassar Selamatkan Aset PSU Rp6,35 Triliun, Munafri Wajibkan Pengembang Serahkan di Awal
“Ketika jalan ini diperbaiki, saya yakin masyarakat akan semakin nyaman untuk berkunjung ke Malino,” katanya.
Selanjutnya, rombongan meninjau Jalan Parangbugisi di Kelurahan Bulutana dengan panjang penanganan sekitar 590 meter. Jalan tersebut selama ini menjadi akses utama warga menuju kawasan permukiman yang dihuni sekitar 300 penduduk, namun belum pernah tersentuh pengaspalan.
“Kurang lebih ada 300 penduduk di dalamnya dan jalannya belum pernah diaspal sama sekali. Insyaallah pemerintah akan intervensi agar masyarakat bisa merasakan akses yang lebih baik,” jelasnya.
Baca Juga : Wabup Gowa Soroti Titik Rawan Korupsi PBJ, Tegaskan Pengawasan Ketat Pengadaan Pemerintah
Sementara itu, di Kelurahan Pattapang, pengaspalan Jalan Lembanna dinilai akan memberi dampak besar terhadap aktivitas pertanian masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan destinasi wisata baru di kawasan dataran tinggi Gowa.
Ruas jalan yang akan ditangani terbagi dalam dua segmen dengan total panjang hampir 900 meter.
“Ini akses pertanian masyarakat. Ketika semuanya ditindaklanjuti pemerintah, dampaknya tidak hanya untuk pertanian, tetapi juga membuka potensi wisata yang sangat bagus dan menjadi peluang peningkatan PAD Kabupaten Gowa,” ungkap Husniah.
Baca Juga : Pemkab Gowa dan Baznas Intervensi KME, Asmawati Dapat Bedah Rumah hingga Bantuan ZMart
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gowa, Subchan Ishak, mengatakan seluruh proyek tersebut kini memasuki tahapan administrasi dan ditargetkan mulai tender pada Juni 2026.
“Saat ini sementara review HPS di Inspektorat. Setelah itu masuk tahap persiapan lelang dan Insya Allah tender bisa berjalan bulan Juni,” katanya didampingi Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Gowa, Rusdy Ardianto.
Warga Lembanna, Hasbullah, menyambut baik rencana pengaspalan tersebut. Ia berharap akses jalan yang lebih baik mampu memperlancar aktivitas masyarakat sehari-hari, khususnya sektor pertanian dan pariwisata.
Baca Juga : Pemkab Gowa Genjot MBG 3B, Wabup Tekankan Penanganan Stunting Harus Tepat Sasaran
“Alhamdulillah masyarakat sangat bersyukur kalau jalan ini bisa diaspal. Yang paling utama tentu untuk mendukung pertanian, kemudian pariwisata,” tuturnya.
Pemkab Gowa berharap peningkatan infrastruktur di Tinggimoncong dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, meningkatkan kunjungan wisata, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan dataran tinggi Gowa. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




