Senin, 06 April 2026 17:30

Anak Istimewa, Karya Bermakna: 75 ABK di Makassar Belajar Mandiri Lewat “Tabung Karya” GMTD

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Sebanyak 75 anak berkebutuhan khusus mengikuti pelatihan kreatif membuat gantungan kunci dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) Tabung Karya (Tanjung Bunga Berkarya) Vol.3 yang digelar Lippoland melalui PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD), di Madrid Hall, Akkarena, Makassar, Sabtu (4/4/2026). @Jejakfakta/Istimewa
Sebanyak 75 anak berkebutuhan khusus mengikuti pelatihan kreatif membuat gantungan kunci dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) Tabung Karya (Tanjung Bunga Berkarya) Vol.3 yang digelar Lippoland melalui PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD), di Madrid Hall, Akkarena, Makassar, Sabtu (4/4/2026). @Jejakfakta/Istimewa

GMTD Lippoland gelar CSR Tabung Karya Vol.3 di Makassar, memberdayakan 75 anak berkebutuhan khusus melalui pelatihan kreatif di momentum Hari Down Syndrome Sedunia.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Di tengah semangat peringatan Hari Down Syndrome Sedunia, puluhan anak berkebutuhan khusus menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya.

Sebanyak 75 anak berkebutuhan khusus mengikuti pelatihan kreatif membuat gantungan kunci dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) Tabung Karya (Tanjung Bunga Berkarya) Vol.3 yang digelar Lippoland melalui PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD), di Madrid Hall, Akkarena, Makassar, Sabtu (4/4/2026).

Mengusung tema “Gantungan Kunci Istimewa, Langkah Kecil Menuju Mandiri”, kegiatan ini tak sekadar pelatihan keterampilan, tetapi juga menjadi ruang inklusif bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri, membangun rasa percaya diri, dan mengasah kemampuan motorik halus mereka.

Baca Juga : Jembatan Kembar Barombong Mau Dibangun Pemkot Makassar, Tiga Bidang Lahannya Masih Bersengketa

Program ini menjadi bukti bahwa langkah kecil—seperti merangkai gantungan kunci—dapat menjadi awal perjalanan menuju kemandirian.

Ruang Inklusif untuk Tumbuh dan Berkarya

Chief Operating Officer PT GMTD Tbk, Jemmy Andreas Persang, menegaskan bahwa Tabung Karya merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial berkelanjutan.

Baca Juga : Pemkot Makassar Tata Permukiman Buloa, 200 Rumah Disulap Jadi Kampung Warna-Warni

“Kami ingin menghadirkan ruang inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk belajar dan mengekspresikan potensi mereka. Setiap anak memiliki kemampuan luar biasa jika diberi kesempatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat.

Kolaborasi untuk Kepedulian

Baca Juga : MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 Resmi Ditutup, Wali Kota Makassar Dampingi Menag Nasaruddin Umar

Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Komunitas Orang Tua Anak Down Syndrome (KOADS), serta dukungan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Selatan dan Pokja Bunda PAUD Sulsel.

Ketua KOADS, Andi Rahmatullah, mengapresiasi inisiatif tersebut.

“Ini bukan hanya melatih keterampilan anak-anak, tetapi juga memberi pengalaman sosial yang positif dan meningkatkan rasa percaya diri mereka,” katanya.

Baca Juga : Dorong Kemandirian Energi, Dosen FT UNM Latih Pengurus Yayasan Muallaf Al-Istiqamah Manfaatkan PLTS

Lebih dari Sekadar CSR

Melalui Tabung Karya, GMTD berharap dapat terus mendorong terciptanya masyarakat yang inklusif dan berdaya, sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya memberikan kesempatan setara bagi anak berkebutuhan khusus.

Program ini juga sejalan dengan pilar Independen dalam kerangka “Lippo Untuk Indonesia PASTI” (Pintar, Asri, Sejahtera, Tangguh, Independen).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#GMTD #Lippoland #Tabung Karya #CSR Makassar #Anak Berkebutuhan Khusus #Hari Down Syndrome Sedunia #KOADS #pelatihan kreativitas anak #inklusi sosial #Sulawesi Selatan
Youtube Jejakfakta.com