Rabu, 22 April 2026 15:07

Gowa Disiapkan Jadi Lumbung Hortikultura Nasional, HDDAP Jadi Kunci Atasi Masalah Petani

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri Rapat Koordinasi Teknis dan Sinkronisasi Program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) bersama Kementerian Pertanian RI di Baruga Karaeng Galesong, Rabu (22/4/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Gowa
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri Rapat Koordinasi Teknis dan Sinkronisasi Program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) bersama Kementerian Pertanian RI di Baruga Karaeng Galesong, Rabu (22/4/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Gowa

Pemkab Gowa dorong pengembangan hortikultura lahan kering melalui program HDDAP. Potensi 54 ribu hektar disiapkan jadi lumbung nasional, fokus pada hilirisasi dan kesejahteraan petani.

Jejakfakta.com, GOWA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mulai memantapkan langkah besar: menjadikan wilayahnya sebagai salah satu lumbung hortikultura nasional berbasis lahan kering.

Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Teknis dan Sinkronisasi Program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) bersama Kementerian Pertanian RI di Baruga Karaeng Galesong, Rabu (22/4/2026).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyebut potensi hortikultura Gowa bukan sekadar besar, tetapi strategis untuk menopang ketahanan pangan nasional.

Baca Juga : Pemkab Gowa Gaspol Swasembada Pangan, Petani Bontomarannu Tak Lagi Sewa Traktor

Total potensi lahan hortikultura di daerah ini mencapai 54.025 hektar, dengan sekitar 14.000 hektar di antaranya cocok untuk pengembangan sayuran.

“Gowa punya 3.000 hektar potensi kentang, 2.000 hektar cabai, dan 1.500 hektar bawang merah. Kalau dikelola dengan teknologi dan manajemen yang tepat melalui HDDAP, kita bukan hanya memenuhi kebutuhan daerah, tapi bisa menjadi pemasok nasional,” ujarnya.

Namun, Pemkab Gowa tidak ingin program ini berhenti pada produksi semata. Husniah menekankan pentingnya hilirisasi sebagai solusi atas persoalan klasik petani.

Baca Juga : Jelang Ramadan, Harga Cabai dan Bawang Melonjak di Makassar

Mulai dari keterbatasan benih unggul, fluktuasi harga saat panen, hingga minimnya infrastruktur, semua harus diselesaikan secara terintegrasi.

“Kita tidak ingin petani hanya panen, lalu rugi karena harga jatuh. Harus ada agroindustri, harus ada nilai tambah,” tegasnya.

Ia pun mendorong tiga fokus utama dalam sinkronisasi HDDAP:

  • Penguatan sektor hulu (benih unggul dan teknologi),
  • Pengembangan hilir (agroindustri),
  • Dukungan infrastruktur (akses jalan dan logistik).

Baca Juga : Jelang Nataru, Pj Sekda Tinjau Harga Pasar Tradisional dan Swalayan

Menurutnya, langkah ini akan membawa Gowa naik kelas—dari penghasil bahan mentah menjadi produsen produk olahan bernilai tinggi.

Sementara itu, Direktur Budidaya Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian RI, Fauziah T. Ladjo, menjelaskan bahwa HDDAP merupakan program nasional dengan target 10.000 hektar kawasan hortikultura di tujuh provinsi dan 13 kabupaten.

Di Sulawesi Selatan, Gowa menjadi salah satu daerah prioritas bersama Enrekang.

Baca Juga : Harga Cabai dan Bawang Merah Turun di Palopo

“Konsepnya berbasis kawasan, terintegrasi dari hulu ke hilir, serta melibatkan kemitraan petani dengan sektor swasta,” jelasnya.

Program ini juga mengedepankan teknologi modern yang ramah lingkungan dan adaptif terhadap perubahan iklim, serta didukung pendampingan berkelanjutan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Gowa, Zubair Usman, menambahkan bahwa di Gowa sendiri, pengembangan HDDAP mencakup 540,3 hektar di tiga kecamatan: Tompobulu, Bontolempangan, dan Tombolopao.

Baca Juga : Harga Bawang Merah di Pasar Minasa Maupa Gowa Tembus 44 Ribu Perkilogram

Sebanyak 10 desa dan 31 kelompok tani terlibat, dengan komoditas utama bawang merah, cabai keriting, dan kentang.

“Program ini akan meningkatkan produktivitas sekaligus profitabilitas petani, melalui pembangunan infrastruktur, penguatan rantai nilai, hingga akses permodalan dan pemasaran,” jelasnya.

Dengan pendekatan terintegrasi tersebut, HDDAP diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi kesejahteraan petani di Gowa. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Gowa hortikultura #HDDAP Gowa #pengembangan lahan kering #hortikultura Sulawesi Selatan #program Kementerian Pertanian #petani Gowa #Bawang Merah #Cabai #kentang #agroindustri daerah #ketahanan pangan nasional #IFAD ADB hortikultura
Youtube Jejakfakta.com