Jumat, 24 April 2026 18:18

Momentum Hari Kartini, Bupati Gowa Dorong Perempuan Berdaya dan Berperan dalam Pembangunan

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri Peringatan Hari Kartini yang dirangkaikan dengan kegiatan “Dialog Bersama Perempuan Inspiratif” yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gowa di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (24/4/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Gowa
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri Peringatan Hari Kartini yang dirangkaikan dengan kegiatan “Dialog Bersama Perempuan Inspiratif” yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gowa di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (24/4/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Gowa

Peringatan Hari Kartini ke-147 di Gowa dimanfaatkan Bupati Sitti Husniah Talenrang untuk mendorong pemberdayaan perempuan dan peran aktif dalam pembangunan daerah.

Jejakfakta.com, GOWA – Momentum Peringatan Hari Kartini ke-147 tingkat Kabupaten Gowa dimanfaatkan untuk mendorong penguatan peran dan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan daerah.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri Peringatan Hari Kartini yang dirangkaikan dengan kegiatan “Dialog Bersama Perempuan Inspiratif” yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gowa di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (24/4/2026).

“Semangat Kartini harus dihidupkan dalam tindakan nyata, khususnya dalam mendorong perempuan agar lebih berdaya dan berkontribusi dalam pembangunan. Hari ini, kita tidak sekadar memperingati tanggal lahir seorang tokoh besar bangsa. Kita sedang menyalakan kembali api perjuangan, api keberanian, api keteguhan, dan api harapan,” ungkapnya.

Baca Juga : Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Paparkan Strategi Perlindungan Anak Digital pada Peringatan Hari Kartini 2026

Ia menyampaikan bahwa perjuangan R.A. Kartini lahir dari keterbatasan, tekanan budaya, dan sempitnya ruang bagi perempuan untuk bersuara. Namun dari kondisi tersebut justru lahir gagasan besar tentang keberanian, kesetaraan, dan kepemimpinan perempuan.

“Dari keterbatasan itu tumbuh keberanian untuk berkata, perempuan harus bangkit, perempuan harus berpikir, dan perempuan harus memimpin,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Talenrang mengaku bahwa menjadi perempuan, terlebih sebagai pemimpin, tidaklah mudah. Berbagai ujian, baik yang terlihat maupun tidak, kerap dihadapi, termasuk opini, prasangka, hingga tudingan yang tidak berdasar.

Baca Juga : Lantik 124 Pejabat, Bupati Gowa Tegaskan Loyalitas dan Profesionalisme Birokrasi

“Saya berdiri di sini bukan tanpa ujian. Saya merasakan bagaimana kerasnya badai dan tajamnya penilaian. Namun kita tidak boleh kalah oleh isu, tidak boleh runtuh oleh fitnah, dan tidak boleh berhenti hanya karena tekanan,” lanjutnya.

Tak hanya itu, bupati perempuan pertama di Gowa ini juga mengingatkan pentingnya menjaga fokus pada kerja nyata dan kepentingan masyarakat, serta tidak terjebak pada hal-hal yang dapat melemahkan energi.

“Pemerintahan membutuhkan kerja nyata dan fokus pada kepentingan rakyat. Mari kita buktikan bahwa perempuan bisa memimpin dengan integritas, bertahan dalam tekanan, dan membawa perubahan nyata,” tegasnya.

Baca Juga : Makassar Perkuat Pemberdayaan Perempuan, Aliyah Mustika Ilham Tinjau Pelatihan di Sentra Wirajaya

Olehnya itu, ia mengajak seluruh perempuan di Kabupaten Gowa untuk memperkuat nilai dan prinsip dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, kekuatan perempuan tidak hanya terletak pada kelembutan dan empati, tetapi juga pada keteguhan hati dan keberanian untuk tetap berdiri saat diuji.

“Jadilah perempuan yang kuat dalam nilai, teguh dalam prinsip, dan tidak mudah goyah oleh opini yang tidak benar. Perempuan yang kuat bukanlah yang tidak pernah jatuh, tetapi yang mampu bangkit setiap kali dijatuhkan,” ajaknya.

Di tempat yang sama, Kepala DP3A Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham, menyampaikan bahwa Peringatan Hari Kartini tahun ini mengusung tema “Bangkit dari Keterpurukan untuk Ketahanan Keluarga”.

Baca Juga : Hari Kartini 2026: Melinda Aksa Ajak Perempuan Tak Pernah Berhenti Belajar dan Berani Berkembang

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenang dan meneladani semangat perjuangan Kartini, memberikan ruang dialog bagi perempuan dalam menyampaikan aspirasi, serta memperkuat komitmen mewujudkan Kabupaten Gowa sebagai daerah ramah perempuan dan anak.

“Kita ingin menguatkan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Gowa sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak. Sehingga perayaan tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, namun diisi dengan sosialisasi peningkatan kualitas keluarga serta dialog publik bersama perempuan inspiratif,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu narasumber, Tia, seorang ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang juga merupakan penyintas kekerasan dalam rumah tangga, membagikan kisah inspiratifnya dalam bangkit dari keterpurukan.

Baca Juga : PKK dan Dinkes Lutim Gelar Skrining Kanker Serviks Gratis Serentak, Perempuan Diajak Deteksi Dini

Tia mengajak perempuan untuk fokus pada kehidupan saat ini dan menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pembelajaran.

“Pesan saya, kita sebagai perempuan jangan hanya mau tinggal di rumah. Perempuan harus berdaya dan bangkit. Kita jangan bergantung pada laki-laki, apalagi sebagai ibu yang memiliki tanggung jawab terhadap anak,” pesannya.

Kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari para pimpinan SKPD perempuan, perwakilan Dharma Wanita Persatuan, organisasi wanita se-Kabupaten Gowa, serta pengurus TP PKK Kabupaten dan Kecamatan. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Hari Kartini 2026 #Bupati Gowa #perempuan berdaya #pemberdayaan perempuan #DP3A Gowa #perempuan inspiratif #Kesetaraan Gender #pembangunan daerah
Youtube Jejakfakta.com