Capaian ekspor komoditas pertanian tahun 2022 di Provinsi Sulawesi Barat senilai Rp5,6 triliun. Nilai tersebut menurun 21,4% dibanding tahun 2021 yang angkanya mencapai Rp7,1 triliun.
Hal itu diungkapkan Agus Karyono, Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Senin (30/1) dalam Rapat Koordinasi Gratieks (Gerakan tiga kali ekspor) Provinsi Sulawesi Barat yang diselenggarakan oleh Karantina Pertanian Mamuju, Sulbar.

"Penurunan terjadi disebabkan masih mewabahnya pandemic Covid-19 dan kebijakan pelarangan ekspor," dalih Agus.
Baca Juga : Mentan Amran: Desa Punya Daya Tahan Kuat, Kuatnya Dolar Tak Otomatis Ancam Petani
Sehingga menurutnya, diperlukan koordinasi, sinergi dan kolaborasi Pemerintah Daerah dengan pemerintah agar mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.
Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi yang menghadiri dan membuka Rakor tersebut, meminta kepada seluruh stakeholder di Sulawesi Barat untuk mendukung seluruh program unggulan Kementerian Pertanian, salah satunya yaitu Gratieks Pertanian.
"Rapat koordinasi ini, bertujuan mengevaluasi capaian pelaksanaan program yang dimaksud dan berharap kita bersama-sama membangun pertanian di Sulawesi Barat," tukas Harvick.
Baca Juga : Pangkep Terapkan Pertanian Modern PM-AAS, Target Produksi Padi Naik hingga 9 Ton per Hektare
Menurutnya, ada lima langkah strategis Kementan dalam mewujudkan Gratieks, diantaranya meningkatkan volume ekspor, mendorong pertumbuhan eksportir baru, menambah ragam komoditas ekspor, meningkatkan frekuensi pengiriman dan menambah mitra dagang.
"Adapun keberhasilan pertanian Indonesia, bukan semata-mata kebijakan pemerintah melainkan petani itu sendiri yang berkontribusi besar," ujar Harvick.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Sulbar, Akmal Malik selaku Penjabat Gubernur mengatakan potensi pertanian di Sulbar luar biasa, ditandai kontribusi terhadap beras nasional yang selalu surplus.
Baca Juga : Kementan Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi Kemarau Panjang 2026, Pompanisasi Jadi Kunci
"Walaupun provinsi kecil tetapi Sulbar berkontribusi terhadap harga beras nasional hal ini dilakukan bersama dengan forkompinda yang rajin operasi pasar untuk mengendalikan inflasi," ungkap Akmal dalam sambutannya.
Akmal berharap Kementerian Pertanian dapat memberikan dukungan terhadap pembangunan pertanian di Sulbar dan memohon untuk mengatasi masalah-masalah infrastruktur yang menunjang sektor pertanian. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




