Ahad, 03 Mei 2026 07:06

Bupati Talenrang: Sinrilik Memuat Sejarah hingga Etika Hidup Orang Gowa

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri pembukaan Sekolah Sinrilik Angkatan I di Sanggar Bakti Antara Nusantara, Desa Maccini Baji, Kecamatan Bajeng, Sabtu (2/5/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Gowa
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri pembukaan Sekolah Sinrilik Angkatan I di Sanggar Bakti Antara Nusantara, Desa Maccini Baji, Kecamatan Bajeng, Sabtu (2/5/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Gowa

Sekolah Sinrilik menjadi ruang belajar yang menghubungkan teknik bertutur, pemahaman makna, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan pakem.

Jejakfakta.com, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa mulai menyiapkan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan tradisi tutur sinrilik melalui pembukaan Sekolah Sinrilik Angkatan I di Sanggar Bakti Antara Nusantara, Desa Maccini Baji, Kecamatan Bajeng, Sabtu (2/5/2026).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa sinrilik memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta menjaga ingatan kolektif masyarakat Gowa.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian tradisi lisan yang sarat akan nilai sejarah dan budaya.

Baca Juga : Pemkab Gowa Umumkan Pemenang Lomba Surat untuk Bupati Talenrang

“Sinrilik adalah pustaka berjalan yang memuat sejarah, nilai kepahlawanan, hingga etika hidup orang Gowa. Jika ia hilang, maka hilang pula jejak jati diri kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran Sekolah Sinrilik menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan minimnya jumlah passinrilik (penutur sinrilik) serta menurunnya minat generasi muda di tengah perkembangan era digital.

“Sekolah Sinrilik menjadi ruang belajar yang menghubungkan teknik bertutur, pemahaman makna, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan pakem,” lanjutnya.

Baca Juga : Satu Tahun Konsisten, Pemkab Gowa Perkuat Pengentasan KME Lewat Bedah Rumah dan Layanan Kesehatan Gratis

Talenrang juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.

“Peserta angkatan pertama diharapkan menjadi penjaga nyala budaya yang mampu menghadirkan sinrilik kembali di sekolah, panggung budaya, hingga ruang publik yang lebih luas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Sulawesi Selatan, Sinatriyo Danuhadiningrat, menilai pelestarian tradisi lisan membutuhkan kerja yang sistematis.

Baca Juga : Seleksi Paskibraka 2026 Dimulai, Bupati Gowa Soroti Pembentukan Karakter dan Jiwa Nasionalisme

“Pelestarian budaya memerlukan pendataan akurat, dokumentasi yang baik, serta pengarsipan berkelanjutan agar tradisi seperti sinrilik tetap terjaga dan dapat diakses lintas generasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, sinrilik merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan akademisi.

Di kesempatan yang sama, akademisi Muhammad Thahir menekankan bahwa tradisi harus terus dihidupkan agar tetap relevan.

Baca Juga : Pemkab Gowa-BSI Resmikan Rumah Layak Huni untuk KME, Zubaedah Kini Tinggal Lebih Nyaman

“Sinrilik perlu diberi ruang untuk tumbuh di tengah masyarakat modern dengan pendekatan baru tanpa kehilangan esensinya,” ungkapnya.

Pembukaan Sekolah Sinrilik ini diharapkan menjadi titik awal penguatan tradisi lisan di Kabupaten Gowa agar terus berkembang di tengah perubahan zaman.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa Ary Mahdin Asfari, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gowa Muh. Sahir, serta unsur Tripika Kecamatan Bajeng. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Sekolah Sinrilik #budaya Gowa #pelestarian tradisi lisan #Bupati Gowa #Husniah Talenrang #kegiatan budaya Gowa 2026 #sinrilik sejarah Gowa #generasi muda dan budaya #passinrilik Gowa
Youtube Jejakfakta.com