Jejakfakta.com, LUWU — Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai menyiapkan tahapan penataan kepemimpinan di tingkat kabupaten/kota. Ketua DPD Partai Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (IAS) memastikan proses tersebut akan memasuki tahap survei pada September 2026.
Survei akan dilakukan untuk memetakan figur-figur yang dinilai memiliki kapasitas, tingkat penerimaan, serta kemampuan memimpin Partai Golkar di masing-masing daerah.

Hal tersebut disampaikan IAS saat melakukan konsolidasi bersama jajaran DPD Partai Golkar Kabupaten Luwu yang dipimpin Ketua DPD Golkar Luwu, Patahuddin, yang juga Bupati Luwu.
Baca Juga : Baso: Kepemimpinan Visioner IAS Jadi Modal Golkar Sulsel Menuju Kejayaan
“Bulan September kita mulai melakukan survei untuk calon-calon ketua Golkar di kabupaten/kota,” kata IAS di Luwu, Jum'at (14/8/2026).
IAS menjelaskan, survei menjadi bagian dari proses organisasi setelah Musda Golkar Sulsel rampung. Menurut dia, konsolidasi kini harus diarahkan pada penguatan struktur dan kesiapan partai menghadapi agenda politik berikutnya.
“Musda sudah selesai. Sekarang waktunya kita bekerja dan menata organisasi,” ujarnya.
Baca Juga : IAS: Silaturahmi Masih Lebih Kuat dari Politik Uang
Ia menegaskan, berakhirnya Musda juga menandai berakhirnya ruang kontestasi internal. Seluruh kader diminta kembali fokus bekerja dan memberikan kontribusi bagi partai serta masyarakat.
“Setelah Musda, tidak ada lagi kontestasi. Yang ada adalah pengabdian,” tegas IAS.
Cari Figur yang Mampu Besarkan Partai
Baca Juga : IAS Minta Anggota DPRD Golkar Tak Lupakan Kader Saat Reses
Dalam kunjungannya ke Luwu, IAS juga menerima laporan dari jajaran DPD Golkar Luwu terkait dinamika organisasi dan capaian partai pada Pemilu terakhir, termasuk perkembangan kekuatan politik Golkar di daerah tersebut.
IAS mengapresiasi laporan tersebut. Ia menekankan bahwa penataan organisasi di tingkat kabupaten/kota harus menghasilkan kepemimpinan yang tidak hanya memiliki dukungan internal, tetapi juga mampu bekerja dan membangun penerimaan di tengah masyarakat.
“Yang kita cari adalah orang yang mampu memimpin, mampu bekerja dan mampu membesarkan partai,” ujar IAS.
Baca Juga : IAS Dorong Penguatan Kader hingga Akar Rumput, Karakterdes Berpeluang Dihidupkan Kembali
Menurut IAS, hasil survei nantinya menjadi salah satu instrumen bagi Golkar Sulsel untuk membaca kondisi organisasi sekaligus mengidentifikasi figur potensial yang layak memimpin Golkar di masing-masing kabupaten/kota.
Ia berharap seluruh kader dapat menyambut tahapan tersebut secara dewasa tanpa kembali terjebak dalam rivalitas politik internal.
“Yang penting kita bekerja untuk partai. Jangan lagi berpikir soal kontestasi. Mari kita siapkan organisasi untuk menghadapi agenda politik berikutnya,” pungkas IAS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




