Jumat, 14 Agustus 2026 13:57

IAS Minta Anggota DPRD Golkar Tak Lupakan Kader Saat Reses

Editor : Redaksi
Penulis : Erwin Ijarta
Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS),  saat bersilaturahmi dengan Pengurus DPD, Anggota Fraksi dan kader Golkar Wajo, Jumat (14/8/2026). @Jejakfakta/dok. Ist.
Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS), saat bersilaturahmi dengan Pengurus DPD, Anggota Fraksi dan kader Golkar Wajo, Jumat (14/8/2026). @Jejakfakta/dok. Ist.

Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menilai sistem pemilu dengan suara terbanyak memang membuat figur memiliki peran besar dalam mendulang suara.

Jejakkfakta.com, WAJO — Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengingatkan anggota DPRD dari Partai Golkar agar tidak memutus hubungan dengan kader setelah berhasil meraih kursi legislatif.

IAS meminta kader Golkar dilibatkan dalam setiap agenda reses anggota DPRD di daerah pemilihan masing-masing. Menurutnya, kader merupakan bagian penting dari kekuatan politik partai yang selama ini bekerja langsung di tengah masyarakat.

“Saya minta kalau anggota DPRD melakukan reses, kader-kader Golkar juga dihadirkan. Jangan hanya datang ketika mau mencari suara,” kata IAS saat bersilaturahmi dengan Pengurus DPD, Anggota Fraksi dan kader Golkar Wajo, Jumat (14/8).

Baca Juga : Baso: Kepemimpinan Visioner IAS Jadi Modal Golkar Sulsel Menuju Kejayaan

IAS menilai sistem pemilu dengan suara terbanyak memang membuat figur memiliki peran besar dalam mendulang suara. Namun, kekuatan personal tersebut tidak boleh membuat anggota legislatif berjalan sendiri dan terlepas dari struktur partai.

“Jangan sampai ketika pemilu kita cari kader, kita butuh mereka untuk mendapatkan suara. Setelah terpilih, kader dilupakan,” ujarnya.

Reses Harus Jadi Ruang Konsolidasi

Baca Juga : IAS: Silaturahmi Masih Lebih Kuat dari Politik Uang

Menurut IAS, reses bukan sekadar agenda menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi ruang memperkuat hubungan antara anggota legislatif, kader, struktur partai, dan konstituen.

Keterlibatan kader dinilai penting karena mereka memiliki pengetahuan langsung mengenai berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Aspirasi yang dihimpun saat reses pun dapat lebih mudah diteruskan dan dikawal melalui struktur organisasi partai.

“Kalau reses, libatkan kader. Mereka tahu persoalan di lapangan. Mereka juga yang setiap hari berhubungan dengan masyarakat,” kata IAS.

Baca Juga : IAS: September, Golkar Sulsel Mulai Survei Calon Ketua DPD Kabupaten/Kota

Mantan Wali Kota Makassar dua periode itu menegaskan, hubungan antara anggota legislatif dan kader harus dibangun secara timbal balik.

Kader membantu memperkuat kerja politik anggota legislatif, sementara anggota DPRD juga harus memberi ruang bagi kader untuk terlibat dalam kerja-kerja politik dan pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan hanya kader yang bekerja untuk kita. Setelah kita terpilih, kita juga harus bekerja bersama kader,” tegasnya.

Baca Juga : IAS Dorong Penguatan Kader hingga Akar Rumput, Karakterdes Berpeluang Dihidupkan Kembali

IAS berharap pola tersebut dapat menjaga agar kekuatan figur dalam sistem pemilu suara terbanyak tetap menjadi bagian dari kekuatan organisasi Golkar. Dengan begitu, kemenangan elektoral tidak berhenti pada keberhasilan individu meraih kursi, tetapi ikut memperkuat partai dan jaringan kader di tingkat masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#IAS #Ilham Arief Sirajuddin #Golkar Sulsel #Golkar Wajo #anggota DPRD Golkar #reses dprd #kader golkar #politik Golkar #Partai Golkar #Sulawesi Selatan
Youtube Jejakfakta.com