Jejakfakta.com, WAJO — Kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) di Partai Golkar Sulawesi Selatan dinilai memiliki modal kuat untuk membawa partai berlambang pohon beringin itu semakin solid dan berjaya.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Wajo, dr. Baso Rahmanuddin, menyampaikan optimisme tersebut saat menyambut kedatangan Ketua DPD Partai Golkar Sulsel IAS di Wajo, Jumat (14/8/2026).

Menurut Baso, terpilihnya IAS secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sulsel mencerminkan besarnya kepercayaan yang diberikan kepadanya. Dukungan tersebut, kata dia, tidak hanya datang dari jajaran DPD kabupaten/kota, tetapi juga DPP serta organisasi hasta karya Partai Golkar.
Baca Juga : IAS: Silaturahmi Masih Lebih Kuat dari Politik Uang
“Selamat datang Pak IAS di Wajo. Beliau sudah terpilih secara aklamasi. Ini menunjukkan kepercayaan yang besar, dari DPP sampai kabupaten/kota, termasuk hasta karya,” kata Baso.
Baso menilai pengalaman IAS memimpin Kota Makassar selama dua periode menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan kepemimpinan di tubuh Golkar Sulsel.
Ia menyebut pengalaman tersebut memperlihatkan kapasitas IAS sebagai sosok yang visioner, baik ketika berada di pemerintahan maupun saat memimpin organisasi politik.
Baca Juga : IAS Minta Anggota DPRD Golkar Tak Lupakan Kader Saat Reses
“Pak IAS dua periode menjadi Wali Kota Makassar. Pembangunannya masih kita rasakan sampai saat ini. Beliau pemimpin yang visioner, bukan hanya dalam pemerintahan, tetapi juga dalam memimpin partai,” ujarnya.
Karena itu, Baso berharap rekam pengalaman dan kepemimpinan IAS dapat menjadi energi baru bagi konsolidasi Partai Golkar di Sulawesi Selatan.
“Kita berharap kepemimpinan Pak IAS bisa menginspirasi kita semua menuju pulau harapan,” katanya.
Baca Juga : IAS: September, Golkar Sulsel Mulai Survei Calon Ketua DPD Kabupaten/Kota
IAS: Kekuatan Politik Harus Dirasakan Masyarakat
Menanggapi harapan tersebut, IAS menegaskan bahwa kepercayaan politik yang diberikan kepada Partai Golkar harus berujung pada manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, ukuran kekuatan sebuah partai tidak semata-mata dilihat dari jumlah kursi yang dimiliki ataupun posisi politik yang berhasil diraih kader.
Baca Juga : IAS Dorong Penguatan Kader hingga Akar Rumput, Karakterdes Berpeluang Dihidupkan Kembali
“Jangan kita ukur kekuatan politik hanya dari berapa kursi yang kita punya atau posisi apa yang kita duduki. Yang paling penting adalah apa manfaatnya untuk masyarakat,” kata IAS.
Ia menekankan, setiap kader yang memperoleh amanah politik memiliki tanggung jawab untuk menggunakan kekuatan tersebut bagi kepentingan rakyat.
“Kalau kita punya kekuatan politik, maka kekuatan itu harus digunakan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.
Baca Juga : IAS Perkuat Golkar Sulsel dengan Dewan Pakar, Targetkan Partai Tak Sekadar Kuat Struktur
IAS juga mengingatkan bahwa kursi politik yang diperoleh melalui pemilu pada hakikatnya merupakan mandat masyarakat. Karena itu, mandat tersebut harus diterjemahkan ke dalam kerja dan pengabdian yang dapat dirasakan langsung.
“Jabatan politik itu amanah. Kursi yang kita dapatkan juga amanah. Ukurannya pada akhirnya adalah apakah masyarakat merasakan manfaat dari keberadaan kita,” tegas IAS.
Ia berharap Partai Golkar Wajo terus memperkuat kerja politik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kekuatan politik, kata IAS, harus ditempatkan sebagai instrumen untuk menyelesaikan persoalan rakyat, bukan sekadar mengejar kekuasaan.
“Partai harus hadir di tengah masyarakat. Kekuatan politik yang kita miliki harus bisa digunakan untuk menyelesaikan persoalan dan memberikan manfaat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




