Selasa, 14 April 2026 18:24

Bupati Irwan Tegaskan Harga Gabah Petani Luwu Timur Tak Boleh Dibeli di Bawah Rp6.500

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat memberikan sambutan pada rapat yang berlangsung di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Luwu Timur, Selasa (14/04/2026). @Jejakfakta/Istimewa
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat memberikan sambutan pada rapat yang berlangsung di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Luwu Timur, Selasa (14/04/2026). @Jejakfakta/Istimewa

Bupati Irwan menyoroti masih adanya keluhan petani terkait harga pembelian gabah yang berada di bawah standar pemerintah.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan tidak boleh ada pembelian gabah petani di bawah harga standar Rp6.500 per kilogram saat memimpin rapat persiapan panen dan pengawasan stabilitas harga tahun 2026.

Penegasan tersebut disampaikan Irwan dalam rapat yang berlangsung di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Luwu Timur, Selasa (14/04/2026), sebagai langkah strategis mengawal musim panen sekaligus melindungi kesejahteraan petani.

Rapat dihadiri unsur Forkopimda Luwu Timur, pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Palopo, staf ahli, OPD terkait, para camat, pengurus dan anggota Perpadi, koordinator BPP, hingga ketua Gapoktan dan kelompok tani se-Kabupaten Luwu Timur.

Baca Juga : Penerima Bantuan Pangan di Bontomarannu Naik Tajam, Pemkab Gowa Kawal Validasi Data Warga

Dalam arahannya, Irwan menyoroti masih adanya keluhan petani terkait harga pembelian gabah yang berada di bawah standar pemerintah.

“Panen ini harus kita awasi dan kawal dengan baik. Masih ada petani yang mengeluh karena harga pembelian di bawah harga standar Rp6.500. Ini tidak boleh terjadi,” tegas Irwan.

Ia meminta seluruh pihak terkait turun langsung ke lapangan untuk memastikan praktik pembelian gabah tetap sesuai ketentuan dan tidak merugikan petani.

Baca Juga : Bantuan Pangan di Gowa Melonjak, Bupati Husniah: Negara Hadir Jaga Ketahanan Warga

“Rp6.500 merupakan harga terendah. Tidak boleh ada pembelian di bawah harga tersebut dengan alasan apa pun,” lanjutnya.

Selain pengawasan harga, Bupati Irwan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, Bulog, pengusaha penggilingan, dan kelompok tani dalam menjaga stabilitas distribusi hasil panen.

Menurutnya, keberadaan gudang penampungan harus dimaksimalkan agar gabah petani dapat terserap optimal di daerah dan mendukung ketahanan pangan di Luwu Timur.

Baca Juga : Bantuan Pangan Gowa Naik 50 Persen, 70 Ribu Warga Kini Terjangkau Program Pemkab dan BULOG

“Jika kita peduli dan bersama-sama menjalankan program pemerintah, maka tidak ada yang sulit. Kendala yang ada akan menjadi perhatian kami,” ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan Perum Bulog Cabang Palopo, Iskandar Sulkarnain, mengungkapkan stok beras saat ini mencapai sekitar 49 ribu ton atau menjadi cadangan tertinggi sepanjang sejarah.

“Ketahanan stok sangat tinggi, dengan penyaluran ke wilayah Luwu Raya sekitar 2.000 ton. Secara umum, stok di Sulawesi Selatan sangat mencukupi dan stabil, tinggal kapasitas gudang masih menjadi kendala,” jelasnya.

Baca Juga : Dari Pekarangan ke Pasar MBG, Urban Farming Makassar Mulai Gerakkan Ekonomi Warga

Di kesempatan yang sama, Ketua Perpadi Luwu Timur, I Wayan Selamet, berharap dukungan pemerintah terus diperkuat agar penyerapan hasil pertanian masyarakat berjalan maksimal.

Usai pembukaan, rapat dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama seluruh peserta guna membahas berbagai kendala menghadapi musim panen Mei hingga Juni 2026, sekaligus merumuskan langkah strategis untuk menjaga kesejahteraan petani di Luwu Timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#irwan bachri syam #Harga Gabah Rp6500 #Panen Luwu Timur 2026 #Bulog Palopo #Petani Sulawesi Selatan #Gabah Petani #ketahanan pangan #Perpadi Luwu Timur #Panen Raya Sulsel #Harga Gabah Petani
Youtube Jejakfakta.com