Senin, 11 Mei 2026 17:18

Geng Motor Kian Brutal di Makassar, Aktivis Inklusi Soroti “Pembiaran” Pemkot

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Aktivis dan penggiat isu inklusi Sulawesi Selatan, Rahman Gus Dur. @Jejakfakta/dok. Diolah AI
Aktivis dan penggiat isu inklusi Sulawesi Selatan, Rahman Gus Dur. @Jejakfakta/dok. Diolah AI

Rahman Gus Dur desak Pemkot Makassar tak lepas tangan atas teror geng motor yang memakan korban anak.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Maraknya aksi geng motor di Kota Makassar memicu gelombang kritik keras dari berbagai elemen masyarakat. Aktivis dan penggiat isu inklusi Sulawesi Selatan, Rahman Gus Dur, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman terbuka terhadap dugaan pembiaran yang terjadi atas aksi brutal kelompok geng motor yang belakangan semakin meresahkan warga.

Dalam pernyataan sikapnya, Rahman menilai Kota Makassar kini berada dalam kondisi darurat keamanan sosial. Ia menyebut jalanan yang dulunya aman dan nyaman kini berubah menjadi ruang penuh ancaman, terutama pada malam hingga dini hari.

“Ulah geng motor sekarang bukan lagi sekadar kenakalan remaja. Ini sudah menjadi tindakan kekerasan terorganisir yang terjadi berulang hampir setiap hari dan mengancam nyawa warga,” tegas Rahman, dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

Baca Juga : PK5 Tamalanrea Mulai Bongkar Mandiri, Pendekatan Humanis Pemkot Makassar Dinilai Efektif

Ia menyoroti sejumlah insiden kekerasan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, mulai dari kerusuhan di kawasan Pasar Senggol, aksi brutal malam Minggu, hingga peristiwa dini hari yang kembali memakan korban.

Menurutnya, situasi semakin memprihatinkan setelah seorang anak berusia 13 tahun menjadi korban pembacokan sekitar pukul 01.00 dini hari dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Anak yang seharusnya dilindungi negara justru menjadi korban kebiadaban di jalanan kota sendiri. Ini bukti nyata kelalaian serius pemerintah dalam menjaga keamanan sosial masyarakat,” katanya.

Baca Juga : Kemendagri Setujui, Seleksi Direksi PDAM Makassar Berlanjut, 24 Peserta Siap Ikuti Tahap Wawancara

Rahman juga mempertanyakan peran dan langkah konkret Pemerintah Kota Makassar dalam menangani persoalan tersebut. Ia menilai selama ini penanganan hanya dibebankan kepada aparat kepolisian tanpa ada upaya pencegahan sosial yang maksimal dari pemerintah daerah.

“Menangani geng motor bukan hanya tugas polisi. Pemerintah Kota punya tanggung jawab utama dalam pencegahan melalui pembinaan remaja, penyediaan ruang aktivitas positif, pengawasan sosial, dan program pembentukan karakter,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut masyarakat mulai kehilangan rasa aman karena minimnya langkah nyata dari pemerintah di tengah meningkatnya aksi kekerasan jalanan.

Baca Juga : Hilal, Bocah Korban Begal di Ablam, Kini Dirawat Gratis di RSUD Daya: “Tidak Boleh Ada Korban Terabaikan”

“Kami melihat pejabat lebih sibuk dengan kegiatan seremonial dan pencitraan, sementara rakyat hidup dalam ketakutan. Warga tidak butuh janji, warga butuh tindakan nyata,” kritiknya.

Sebagai aktivis yang fokus pada isu inklusi sosial, Rahman menegaskan bahwa dampak aksi geng motor tidak hanya menimbulkan korban fisik, tetapi juga trauma sosial berkepanjangan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Ia mendesak Pemerintah Kota Makassar segera mengambil langkah cepat dan menyeluruh untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk memperkuat program pencegahan sosial dan perlindungan warga.

Baca Juga : Kafilah MTQ Makassar Diguyur Bonus, Munafri Bidik Juara Umum Sulsel

“Kami menuntut Pemkot Makassar turun tangan langsung, tidak sekadar menyerahkan persoalan ini kepada polisi. Keselamatan warga adalah tanggung jawab pemerintah,” tegasnya.

Rahman juga mengingatkan bahwa masyarakat akan terus mengawasi langkah pemerintah dalam menyikapi situasi keamanan di Kota Makassar.

“Rakyat mengawasi, rakyat mencatat, dan rakyat akan menilai. Jangan biarkan Makassar kehilangan rasa aman hanya karena kelalaian dan ketidakpedulian,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#geng motor Makassar #aksi brutal geng motor #Rahman Gus Dur #Keamanan Makassar #korban geng motor #Pemkot Makassar #kekerasan jalanan #Makassar mencekam #aktivis inklusi Sulsel #anak korban geng motor
Youtube Jejakfakta.com