Jumat, 08 Mei 2026 19:24

Pemkab Lutim Dorong Anyaman Teduhu Naik Kelas, Pelaku UMKM Dilatih Ciptakan Produk Kreatif Bernilai Jual Tinggi

Editor : Redaksi
Pelatihan Vokasional Kerajinan Anyaman Serat Alam Teduhu Berbasis Media Campuran yang digelar di Gedung Matano Player Sorowako, Kecamatan Nuha, pada 8–12 Mei 2026. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Lutim
Pelatihan Vokasional Kerajinan Anyaman Serat Alam Teduhu Berbasis Media Campuran yang digelar di Gedung Matano Player Sorowako, Kecamatan Nuha, pada 8–12 Mei 2026. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Lutim

Pemkab Luwu Timur menggelar pelatihan anyaman serat alam Teduhu berbasis media campuran untuk mendorong inovasi produk kreatif dan meningkatkan daya saing UMKM lokal.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mendorong pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal melalui Pelatihan Vokasional Kerajinan Anyaman Serat Alam Teduhu Berbasis Media Campuran yang digelar di Gedung Matano Player Sorowako, Kecamatan Nuha, pada 8–12 Mei 2026.

Pelatihan yang diinisiasi Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (Disdagkop UKMP) Luwu Timur ini tidak hanya berfokus pada pelestarian anyaman tradisional, tetapi juga mengarahkan para pelaku UMKM untuk mampu menciptakan produk inovatif yang memiliki daya saing pasar lebih tinggi.

Kepala Disdagkop UKMP Luwu Timur, Senfry Oktavianus menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor industri kreatif.

Baca Juga : Di Hadapan Bupati Irwan, Komandan Koarmada VI Puji Potensi Luwu Timur

“Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ada misi besar bagaimana anyaman serat alam khas Luwu Timur bisa berkembang menjadi produk kreatif yang lebih modern, inovatif, dan bernilai ekonomi,” ujar Senfry saat membuka kegiatan, Jumat (8/5/2026).

Pelatihan menghadirkan Tenaga Ahli Dekranas Pusat, Vinto B. Efendi, yang membagikan teknik pengembangan anyaman berbasis media campuran kepada peserta.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan mengombinasikan teknik anyaman tradisional dengan berbagai material lain agar menghasilkan produk yang lebih variatif dan sesuai kebutuhan pasar modern.

Baca Juga : Maksimalkan Pelayanan Kesehatan, Bupati Irwan Kumpulkan Kepala Puskesmas se-Luwu Timur

Kepala Bidang Perindustrian Disdagkop UKMP Lutim, Nirmalasari menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis sekaligus membuka wawasan peserta terkait desain dan inovasi produk kerajinan.

“Peserta didorong untuk lebih kreatif dalam mengembangkan desain anyaman, termasuk memanfaatkan media campuran agar produk memiliki nilai tambah,” jelasnya.

Sementara itu, Vinto B. Efendi menilai tantangan terbesar pelaku kerajinan saat ini adalah keberanian untuk menciptakan inovasi baru dan tidak hanya meniru produk yang sudah ada.

Baca Juga : Pemkab Lutim dan PT Vale Perkuat Sinergi Lewat Halal Bihalal, Sorowako Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Unggulan

“Kita jangan hanya membuat produk yang sama terus-menerus. Pelaku usaha harus berani menghadirkan ide baru agar punya ciri khas dan mampu bersaing,” katanya.

Ia pun mengingatkan pentingnya membangun identitas produk lokal agar anyaman Teduhu dapat dikenal lebih luas sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif daerah.

“Intinya, jangan membiasakan sesuatu yang biasa,” tegas Vinto.

Baca Juga : Safari Ramadhan di Nuha, Bupati Irwan Paparkan Visi Besar Sorowako sebagai Destinasi Unggulan di Sulsel

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lutim sekaligus Wakil Ketua Dekranasda Lutim, Hj. Herni Bahar Ramadhan, Camat Nuha Arief Fadillah Amier, serta para pelaku usaha kerajinan dari berbagai wilayah di Luwu Timur. (diolah dari sumber: ikp-humas/kominfo-sp)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Pelatihan Anyaman Teduhu #Anyaman Serat Alam #UMKM Kreatif Lutim #Disdagkop UKMP Lutim #Industri Kreatif Luwu Timur #Dekranasda Lutim #Kerajinan Teduhu #Sorowako #Pelatihan UMKM 2026 #Produk Kreatif Lokal
Youtube Jejakfakta.com