Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, Selasa, 24 Januari 2023 melantik badan ad hoc Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilu Serentak tahun 2024 di Hotel Four Points, Makassar sebanyak 459, dan yang bertugas di 153 kelurahan.
Tapi, KPU Kota Makassar kemudian, mengganti 10 petugas ad hoc PPS, hanya berselang beberapa hari setelah petugas itu dilantik.

Menurut Endang Sari, Komisioner KPU Makassar, penggantian dilakukan karena mereka dianggap tidak sanggup menjalankan tugas penyelenggara Pemilu.
PPS bertugas sebagai perpanjangan tangan KPU di level kelurahan. "Sehingga mereka mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Ada yang ingin fokus pada studi dan pekerjaan," ungkap Endang.
"PPS yang berhenti awalnya mengira tugasnya akan ringan. Mereka pun berniat menjadikan tugas PPS sebagai pekerja sampingan. Namun kenyataannya, tugas dan tanggung jawab PPS tidak seperti yang dibayangkan," sambungnya
Dan petugas PPS yang mundur, disebut dengan kesadaran sendiri dan tanpa ada tekanan. "Jadi kami meminta untuk memilih fokus di KPU atau di tempat kerjanya, jadi dia lebih memilih tempat kerjanya," ujar Endang.
Baca Juga : Dinilai Menghidupkan Otoritarianisme, OMS Sulsel Tolak Pilkada Lewat DPRD
Sementara itu, Ketua KPU Kota Makassar, Faridl Wajdih menambahkan, jika beberapa di antara anggota PPS itu merupakan orang-orang yang sebelumnya pernah menjadi panitia pemilu pada Pemilu 2019 dan Pilkada 2020.
Sehingga mereka tentu memiliki pengalaman dibanding anggota yang lain, apalagi situasi Pemilu nantinya juga diprediksi tak akan jauh berbeda.
Faridl menjelaskan, situasi kala itu, Makassar selalu masuk dalam zona merah. Kepada anggota PPS, dia berpesan agar Pemilu 2024 nantinya menjadi pesta demokrasi yang menyenangkan dan berintegritas.
Baca Juga : LAPAR Sulsel Nilai SDM Legislator Perlu Diteliti demi Kesejahteraan Rakyat
Tahapan Pemilu 2024 akan berjalan lebih agresif setelah pelantikan ini. Dia meminta anggota PPS juga lebih agresif dan bekerja lebih cepat. "Saya harap bahwa Pemilu 2024 adalah pemilu yang menyenangkan. Kalau pesta itu orang tersenyum, ada kegembiraan," tukas Faridl.
Selain itu, dia juga mengingatkan agar anggota PPS terus meningkatkan koordinasi dengan PPK maupun kelurahan.
"Setelah ini kita masih ada agenda panjang untuk melaksanakan tahapan pemilu yang sudah berjalan dengan agresif. Saya harap teman-teman membangun koordinasi dengan kelurahan, dan koordinasi dengan PPK jangan terputus," pungkasnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




