Selasa, 04 Agustus 2026 14:09

Persoalan Lama Terungkap, Sampah di Kanal Dipicu Kebiasaan Warga Buang Sampah Sembarangan

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Kondisi kanal setelah dibersihkan di perbatasan Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, dengan Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Selasa (4/8/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Kondisi kanal setelah dibersihkan di perbatasan Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, dengan Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Selasa (4/8/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Dua camat di Makassar meluruskan isu viral soal tumpukan sampah di kanal. Persoalan disebut telah terjadi sejak lama akibat kebiasaan membuang sampah sembarangan, bukan karena program pemilahan sampah.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Tumpukan sampah yang mengotori sejumlah kanal di Makassar sempat memicu anggapan bahwa program pemilahan sampah menjadi penyebabnya.

Namun, akar persoalan sebenarnya adalah perilaku sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan ke saluran air dan mengabaikan kebersihan lingkungan.

Kondisi tersebut terlihat di kanal yang berada di perbatasan Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, dengan Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga : Kapusdal LH SUMA: Langkah Berani Makassar Pilah Sampah Jadi Contoh Kota Metropolitan di Indonesia

Menindaklanjuti kondisi itu, Pemerintah Kecamatan Tamalate bersama unsur terkait melakukan pembersihan sampah yang menumpuk di sepanjang kanal.

Camat Tamalate, Muhammad Aril Syahbani, mengatakan setelah dilakukan pembersihan, kondisi kanal di wilayah Kelurahan Maccini Sombala kembali bersih.

Ia sekaligus meluruskan informasi yang berkembang di media sosial yang menyebut tumpukan sampah di kanal terjadi akibat kebijakan pemilahan sampah.

Baca Juga : Pemilahan Sampah Dimulai Sejak 2025, RT 04 Tamangapa Jadi Percontohan Berbasis Kolaborasi Warga

"Kami menyampaikan bahwa kondisi kanal di wilayah Maccini Sombala saat ini sudah bersih. Ini merupakan kanal yang berbatasan langsung dengan wilayah Maccini Sombala," ujar Aril.

Aril menegaskan persoalan sampah di kanal telah berlangsung sejak lama, bahkan jauh sebelum Pemerintah Kota Makassar menerapkan kebijakan pemilahan sampah dari sumber.

Menurutnya, penyebab utama bukanlah program pemerintah, melainkan masih adanya masyarakat yang membuang sampah langsung ke kanal.

Baca Juga : Pilah Sampah Solusi Menyelamatkan Kota Makassar

Berbagai upaya, mulai dari sosialisasi, edukasi, hingga imbauan kepada masyarakat, kata Aril, telah dilakukan secara berulang. Namun, perilaku membuang sampah sembarangan masih ditemukan di sejumlah titik.

"Jadi, tidak benar jika ada informasi yang menyebut sampah di kanal merupakan akibat dari program pemilahan sampah," tegasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan tokoh masyarakat di sekitar kanal, persoalan tersebut berakar pada rendahnya kesadaran sebagian warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga : RT di Rappokalling Sukses Pilah Sampah, Jadi Inspirasi Dukung Program Pemkot Makassar

"Sudah berulang kali kami melakukan sosialisasi dan edukasi. Yang perlu terus ditingkatkan adalah kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan," tambahnya.

Aril mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan kanal sebagai tempat pembuangan sampah. Menurutnya, menjaga kebersihan saluran air merupakan tanggung jawab bersama demi mencegah pencemaran lingkungan sekaligus mengurangi risiko banjir akibat tersumbatnya aliran air.

Ia menilai keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat.

Baca Juga : Munafri Tawarkan Makassar sebagai Hub Investasi Indonesia Timur di Forum APINDO 2026

Program pemilahan sampah, lanjutnya, akan berjalan efektif apabila warga disiplin memilah sampah sejak dari rumah dan membuangnya sesuai mekanisme yang telah disediakan.

"Keberhasilan pengelolaan sampah dan pencegahan pencemaran saluran air sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat serta kedisiplinan dalam memilah sampah dari rumah. Yang dibutuhkan adalah niat dan kepedulian bersama," imbuhnya.

Aril juga mengingatkan bahwa sampah yang dibuang ke kanal tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menghambat aliran air sehingga meningkatkan potensi banjir saat musim hujan.

Karena itu, ia menegaskan informasi yang menyebut tumpukan sampah di kanal merupakan dampak program pemilahan sampah tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Menurutnya, program pemilahan sampah justru bertujuan mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan mendorong masyarakat memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah.

"Kami berharap masyarakat mendukung kebijakan ini dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan," harapnya.

Senada dengan itu, Camat Mariso, Andi Syahrir Mappatoba, juga menegaskan bahwa tumpukan sampah yang memenuhi sejumlah kanal bukan disebabkan oleh program pemilahan sampah yang diterapkan Pemerintah Kota Makassar.

Menurutnya, berdasarkan keterangan warga dan ketua RT setempat, persoalan tersebut merupakan masalah lama yang telah terjadi jauh sebelum kebijakan pemilahan sampah diberlakukan.

Penyebab utamanya, kata dia, adalah masih adanya sebagian masyarakat yang menjadikan kanal sebagai lokasi pembuangan sampah.

Hal itu disampaikan Andi Syahrir usai pihak Kecamatan Mariso melakukan pembersihan kanal di kawasan perbatasan Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Mamajang, tepatnya di wilayah Kelurahan Tamarunang, Bonto Rannu, dan Mattoangin.

Pembersihan dilakukan sebagai respons atas video yang viral di media sosial yang memperlihatkan tumpukan sampah di kanal Jalan Nuri hingga kawasan perbatasan Kecamatan Mariso dan Kecamatan Tamalate.

"Kami langsung melakukan pembersihan bersama jajaran setelah menerima laporan dan melihat kondisi di lapangan. Sampah yang menumpuk segera diangkut agar tidak mengganggu aliran air," ujar Andi Syahrir.

Ia menjelaskan kawasan perbatasan Kelurahan Sambung Jawa (Kecamatan Mamajang), Maccini Sombala (Kecamatan Tamalate), dan Tamarunang (Kecamatan Mariso) memang selama ini menjadi titik yang kerap dipenuhi sampah akibat ulah oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Karena itu, ia membantah anggapan yang mengaitkan kondisi tersebut dengan program pemilahan sampah.

"Ini bukan karena program pemilahan sampah. Sebelum program itu diterapkan, masyarakat memang sudah membuang sampah ke kanal. Jadi, persoalan ini sudah terjadi sejak lama," tegasnya.

Menurut Andi Syahrir, rendahnya kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Padahal, pemerintah bersama aparat kewilayahan telah berulang kali melakukan sosialisasi dan edukasi agar warga tidak membuang sampah ke saluran air.

"Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan kanal sebagai tempat pembuangan sampah. Edukasi sudah berkali-kali dilakukan, tetapi kesadaran masyarakat masih harus terus ditingkatkan," katanya.

Ia berharap masyarakat tidak menyebarkan informasi yang keliru dengan menyimpulkan bahwa tumpukan sampah di kanal merupakan dampak dari kebijakan pemilahan sampah Pemerintah Kota Makassar. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#sampah kanal #pemilahan sampah #Kecamatan Tamalate #Kecamatan Mariso #kanal Maccini Sombala #Sambung Jawa #Mamajang #sampah sembarangan #Pemkot Makassar #kebersihan lingkungan #pengelolaan sampah #edukasi lingkungan
Youtube Jejakfakta.com