Jejakfakta.com, MAKASSAR — Perumda Air Minum Kota Makassar mencatat lonjakan kinerja keuangan sepanjang 2026. Hingga akhir Juli, laba perusahaan mencapai Rp17,3 miliar, atau lebih dari dua kali lipat target laba tahunan yang ditetapkan sebesar Rp8,4 miliar.
Menariknya, capaian tersebut sudah menyamai total laba yang dibukukan PDAM Makassar sepanjang 2025, padahal tahun 2026 masih menyisakan sekitar lima bulan.

Plt Direktur Keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar, Wirda Fauzah, mengatakan laba perusahaan pada Juni 2026 telah mencapai Rp15,9 miliar. Angka itu setara sekitar 188,8 persen dari target tahunan.
Baca Juga : HUT ke-81 RI di Makassar: Semarak Kemerdekaan Didorong hingga Tingkat RT/RW
Memasuki akhir Juli, laba kembali meningkat menjadi Rp17,3 miliar.
“Kalau melihat capaian sampai saat ini, secara pesimistis saja sampai akhir tahun laba perusahaan bisa mencapai sekitar Rp20 miliar,” kata Wirda.
Lonjakan tersebut menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pada Juni 2025, laba PDAM Makassar tercatat sekitar Rp1,8 miliar. Sementara hingga Desember 2025, laba perusahaan mencapai Rp17,3 miliar.
Baca Juga : Event Jadi Mesin Ekonomi Makassar, Appi: Tamu Belanja, Hotel Terisi, UMKM Bergerak
Dengan demikian, hanya sampai Juli 2026, PDAM Makassar telah membukukan laba setara dengan capaian sepanjang tahun sebelumnya.
Efisiensi Jadi Kunci
Wirda menegaskan, peningkatan laba tidak terjadi secara tiba-tiba. Capaian tersebut merupakan hasil dari pembenahan yang dilakukan jajaran direksi, pejabat struktural hingga staf, terutama melalui pengendalian belanja dan peningkatan efektivitas operasional.
Baca Juga : Bekali Maba FH Unhas, Appi Ajak Mahasiswa Bergerak dari Ruang Kuliah ke Ruang Kebijakan
“Efisiensi belanja dan rasio pegawai menjadi bagian yang sangat memengaruhi kondisi keuangan perusahaan saat ini. Di sisi lain, belanja perusahaan juga kami arahkan untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.
Pengendalian belanja dilakukan dengan memastikan setiap pengeluaran memiliki keterkaitan dengan kebutuhan usaha dan peningkatan pelayanan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kemampuan keuangan perusahaan dengan kebutuhan operasional.
Di sisi lain, manajemen juga mendorong peningkatan efektivitas produksi dan produktivitas sumber daya manusia. Optimalisasi tersebut diarahkan agar perbaikan kinerja tidak hanya terlihat dalam laporan keuangan, tetapi juga berdampak pada kemampuan operasional perusahaan.
Baca Juga : Investasi Makassar Tembus Rp2,7 Triliun, DPM-PTSP Bidik Lampaui Capaian Rp5,2 Triliun
Laba Naik, Pelayanan Tetap Jadi Orientasi
Sejumlah persoalan yang selama ini menjadi tantangan PDAM Makassar juga terus dibenahi secara bertahap. Pembenahan dilakukan pada aspek operasional dan pelayanan dengan tetap mempertimbangkan efisiensi, efektivitas, serta tata kelola perusahaan.
Bagi manajemen, laba Rp17,3 miliar hingga Juli menjadi indikator awal bahwa strategi pengendalian biaya dan peningkatan produktivitas mulai memberikan hasil.
Baca Juga : Pendataan Perlinsos Digital Makassar Melonjak, Appi Kejar Target 70 Persen Sebelum Akhir Agustus
Namun, capaian tersebut sekaligus menjadi tantangan untuk mempertahankan tren positif hingga akhir 2026. Proyeksi laba sekitar Rp20 miliar yang disampaikan Wirda masih bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga efisiensi dan mempertahankan kinerja operasional selama lima bulan tersisa.
Jika tren tersebut berlanjut, peningkatan laba juga berpotensi memperbesar kontribusi Perumda Air Minum terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar melalui dividen kepada pemerintah daerah.
Bagi perusahaan daerah yang memiliki fungsi pelayanan publik tersebut, laba bukan sekadar angka dalam laporan keuangan. Kondisi keuangan yang semakin sehat dapat menjadi ruang untuk memperkuat operasional, meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus menjaga keberlanjutan penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Karena itu, efisiensi dan peningkatan laba diharapkan tidak berhenti pada perbaikan neraca perusahaan, tetapi juga bermuara pada satu tujuan utama: memperkuat kemampuan PDAM Makassar dalam memberikan pelayanan air bersih kepada pelanggan. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




