Jejakfakta.com, MAKASSAR — Bukan sekadar barisan pengibar bendera. Sebanyak 70 anggota Paskibraka Kota Makassar yang tergabung dalam TIM NARYA membawa pesan tentang keberanian, budaya, dan identitas bahari Sulawesi Selatan saat menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Karebosi, Senin (17/8/2026).
Di bawah langit Lapangan Karebosi, pasukan tampil dengan langkah tegap, gerakan presisi, dan kekompakan yang terjaga. Tepat pukul 07.20 WITA, Sang Merah Putih berhasil dikibarkan dalam suasana khidmat yang diikuti peserta upacara.

Namun, ada pesan khusus yang membuat penampilan TIM NARYA tahun ini berbeda. Mereka menghadirkan formasi Benteng Fort Rotterdam, yang secara visual menggambarkan seekor penyu bergerak menuju laut.
Baca Juga : HUT Ke-81 RI di Gowa Berlangsung Khidmat, 70 Paskibraka Sukses Kibarkan Merah Putih
Formasi tersebut tidak hanya menjadi atraksi baris-berbaris, tetapi juga menjadi simbol yang mengangkat identitas masyarakat Sulawesi Selatan sebagai masyarakat dengan akar budaya bahari yang kuat.
Filosofi penyu yang bergerak menuju laut menggambarkan jiwa bahari yang tangguh dan berani mengarungi samudra. Simbol tersebut sekaligus merepresentasikan keberanian generasi muda untuk menghadapi tantangan, menjelajah dunia, dan menatap masa depan.
Di balik keberanian mengarungi luasnya lautan, terselip pesan agar setiap langkah tetap memiliki akar yang kuat pada bumi pertiwi.
Baca Juga : HUT ke-81 RI, Melinda Aksa Dorong TP PKK Makassar Cetak Generasi Sehat dan Berkarakter
Makna itu menggambarkan karakter bangsa Indonesia yang mampu berkembang dan menghadapi dunia, tetapi tidak kehilangan jati diri, sejarah, budaya, serta tanah tempat berpijak.
Pesan tersebut diterjemahkan TIM NARYA melalui setiap gerakan dalam formasi Benteng Fort Rotterdam. Formasi itu menjadi simbol kebanggaan terhadap sejarah dan budaya Sulawesi Selatan yang memiliki hubungan erat dengan dunia maritim.
Ketika formasi mulai terbentuk di Lapangan Karebosi, gambaran penyu yang merayap menuju laut seolah membawa cerita tentang perjalanan, keberanian, dan ketangguhan.
Baca Juga : Upacara HUT ke-81 RI di Karebosi, Appi Dorong Pelayanan Publik yang Makin Mudah
Pesannya jelas: generasi muda Sulawesi Selatan harus berani melangkah jauh, tetapi tetap berpijak pada akar budaya dan kecintaan terhadap tanah air.
70 Paskibraka, Satu Tanggung Jawab
Dalam formasi pengibaran Sang Merah Putih tersebut, Komandan Kelompok 17 dipercayakan kepada Farel Noviantoro, siswa SMA Negeri 21 Makassar.
Baca Juga : IAS Hadiri HUT ke-81 RI di Karebosi, Momentum Silaturahmi Para Mantan Pemimpin Makassar
Sementara itu, posisi Pembawa Baki dipercayakan kepada Stevani Ayu Supriyadi, siswi SMK SMTI Makassar. Ia menjadi salah satu sosok penting dalam prosesi pengibaran karena membawa baki yang menjadi bagian dari penyerahan Sang Merah Putih.
Untuk posisi Cadangan Pembawa Baki, tugas dipercayakan kepada Ariqah Anala Salsabila dari SMA Negeri 8 Makassar.
Selanjutnya, Komandan Kelompok 8 diemban oleh Aditya Ardhani, siswa SMA Negeri 16 Makassar. Perannya menjadi bagian penting dalam menjaga komando, ritme, serta ketepatan gerakan pasukan selama prosesi berlangsung.
Baca Juga : HUT ke-81 RI, Pemkot Makassar Bawa Layanan Publik ke Genggaman Warga
Tugas sebagai Pembentang Bendera dipercayakan kepada Muhammad Rindra Adya Pratama dari MA Negeri 2 Makassar. Sementara posisi Penggerek Bendera dijalankan oleh Arumi Hafizuddin dari SMA Negeri 17 Makassar.
Adapun tiga anggota yang bertugas sebagai Serpihan Kelompok 8 yakni Mahira Feyza Syahrial dari SMA Negeri 2 Makassar, Ainun Aqeela dari SMA Negeri 21 Makassar, dan Desy Lestari A. dari SMA Negeri 14 Makassar.
Di balik penampilan yang terlihat sempurna, seluruh anggota Paskibraka dituntut memiliki kemampuan fisik dan ketahanan yang kuat. Mereka juga harus menjaga disiplin, konsentrasi, kekompakan, serta rasa tanggung jawab selama menjalankan tugas kenegaraan tersebut.
Setelah melalui latihan panjang, tugas TIM NARYA akhirnya dituntaskan dengan sukses. Sang Merah Putih berkibar gagah di langit Lapangan Karebosi, menjadi puncak dari kerja keras sekaligus penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
TIM NARYA pun membawa lebih dari sekadar Merah Putih menuju angkasa. Mereka turut membawa pesan tentang ketangguhan jiwa bahari, keberanian mengarungi samudra, serta kesetiaan untuk tetap berakar kuat pada bumi pertiwi.
Appi Pimpin Upacara HUT ke-81 RI
Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Karebosi turut dihadiri Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam prosesi tersebut, Munafri memimpin mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para pahlawan serta pejuang bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
"Marilah kita mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang bangsa. Mengheningkan cipta, mulai," ujar Munafri saat memimpin prosesi.
Suasana kemudian hening ketika seluruh peserta menundukkan kepala dan mengikuti lantunan lagu wajib nasional sebagai bagian dari penghormatan kepada para pahlawan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Makassar Supratman mendapat kehormatan membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Hadir dalam upacara tersebut Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, mantan wali kota dan mantan wakil wali kota, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk unsur Kepolisian, TNI, Kejaksaan Negeri, dan pimpinan serta anggota DPRD Makassar. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




